Grup Bakrie Belum Dapat Izin dari Menhut untuk EKsplorasi Panas Bumi

Kompas.com - 06/10/2017, 06:25 WIB
Kepala Desa Mendak, Nur Cholifah menunjukkan lokasi pembangunan sarana yang dilakukan Bakrie Grup untuk mengeksplorasi panas bumi di wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo , Jawa Timur, Jumat ( 22/9/2017). KOMPAS.com/Muhlis Al AlawiKepala Desa Mendak, Nur Cholifah menunjukkan lokasi pembangunan sarana yang dilakukan Bakrie Grup untuk mengeksplorasi panas bumi di wilayah Kabupaten Madiun dan Kabupaten Ponorogo , Jawa Timur, Jumat ( 22/9/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

MADIUN, KOMPAS.com — Anak usaha Grup Bakrie, PT Bakrie Darmakarya Energi belum memiliki ijin pemanfaatan lahan hutan dari Menteri Kehutanan dalam proyek eksplorasi panas bumi di wilayah Ngebel, Kabupaten Ponorogo dan wilayah Mendak, Kabupaten Madiun.

(Baca: Bakrie Eksplorasi Tiga Sumur Geothermal Ponorogo-Madiun)

Wakil Adm Perum Perhutani KPH Lawu Ds. Adi Nugroho mengatakan bila ijin dari Kementerian Kehutanan sudah turun, biasanya pihaknya mendapatkan tembusannya. Dengan demikian, pihak grup Bakrie dapat memulai aktifitas eksplorasi di kawasan hutan.

Permohonan ijin sudah diajukan ke Kementerian Kehutanan dari grup Bakrie dan sementara masih dalam proses. Kalau Kementerian Kehutanan sudah setuju lahan kehutanan dipakai eksplorasi kami selaku operator (kehutanan) akan mempersilakan," ujar Wakil Adm Perum Perhutani KPH Lawu Ds. Adi Nugroho, Selasa ( 3/10/2017).

Ia mengatakan luas kawasan hutan Lawu yang dimohon pihak Bakrie Grup untuk eksplorasi panas bumi mencapai 17 hektar.

"Kalau ijin eksplorasi dari kementerian kehutanan belum keluar maka tidak boleh melakukan aktifitas apapun di kawasan hutan," jelas Nugroho.

Nugroho memastikan saat ini di kawasan hutan yang akan dieksplorasi Bakrie Grup belum terlihat ada aktivitas penambangan. Namun pembangunan jalan menuju kawasan hutan sudah mulai dilakukan.

Ia menambahkan saat ini aktifitas eksplorasi panas bumi di luar kawasan hutan juga sementara terhenti. "Informasinya aktifitas eksplorasi panas bumi diluar kawasan hutan berhenti," demikian Nugraha.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X