Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kioson Resmi Jadi Startup Pertama yang Terdaftar di BEI

Kompas.com - 06/10/2017, 07:59 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Kioson Komersial Indonesia Tbk menjadi perusahaan e-commerce pertama di Indonesia yang resmi terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode emiten KIOS.

Kioson melepas 150 juta lembar saham dengan harga Rp 300 per lembar saham. Dari aksi korporasi tersebut, perseroan berhasil memperoleh dana sebesar Rp 45 miliar.

Direktur Utama PT Kioson Komersial Indonesia Tbk, Jasin Halim mengatakan, proses penawaran saham berjalan baik dan memperlihatkan antusias investor berinventasi di bisnis Online-to-Offline (O2O) e-commerce.

“Momen IPO Kioson merupakan milestone penting bagi dunia pasar modal Indonesia karena untuk pertama kalinya, investor retail bisa berinventasi di startup teknologi,” ujar Jasin.

Baginya kesuksesan IPO ini merupakan pembuka jalan bagi startup yang ada di Indonesia. Sumber pendanaan melalui IPO pun menjadi hal yang layak untuk dipertimbangkan.

Ia juga menambahkan bahwa IPO dapat memperkuat komitmen Kioson dalam menjembatani underserved market dengan dunia digital.

“Strategi dengan misi inklusi digital ini kami yakin memegang peranan penting untuk meningkatkan penetrasi layanan digtial di kota-kota lapis kedua di Indonesia, sehingga bisa memudahkan berbagai lapisan masyarakat memenuhi kebutuhan hariannya,” jelas Jasin

Strategi inklusi ini digital ini seturut dengan visi pemerintah Indonesia yaitu menjadikan Indonesia sebagai digital economy powerhouse terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

Kioson pun akan menggunakan 78,95 persen dana yang berhasil dihimpun dari IPO untuk mengakuisisi PT Narindo Solusi Komunikasi (Narindo).

“Akuisisi ini berperan strategis untuk memperkuat infrastruktur kami di daerah melalui aset yang sudah dimiliki oleh Narindo. Dengan keberadaan Narindo yang fokus di bisnis aggregator e-voucher, artinya Kioson telah menjaga bisnis perusahaan sejak dari hulu,” ujar Direktur Keuangan PT Kioson Komersial Indonesia Tbk., Setiawan Parikesit.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman Selanjutnya
Halaman:

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bagaimana Penerapan 'Product Market Fit' dalam Startup?

Bagaimana Penerapan "Product Market Fit" dalam Startup?

Whats New
Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor 'Meeting Online' Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Nasib Zoom, Dulu Jadi Pelopor "Meeting Online" Saat Pandemi Covid-19, Kini PHK 1.300 Karyawan...

Whats New
Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Melesat 29,11 Persen, Bank DKI Kantongi Laba Bersih Rp 939,11 Miliar di 2022

Rilis
Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Aprindo: Tutupnya Gerai Makanan dan Minuman adalah Keniscayaan karena Tidak Adaptif

Whats New
Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Fluktuatif, IHSG Sesi I Ditutup Naik Tipis

Whats New
Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Persiapan Ramadhan 2023, Bapanas Minta Bulog dan ID Food Percepat Impor Daging Sapi

Whats New
IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

IBK Indonesia Akan Right Issue Senilai Rp 1,2 Triliun

Whats New
Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Nasabah Keluhkan Aplikasi M-BCA Error, BCA: Kini Sudah Normal

Whats New
Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Aprindo Bantah Gerai Transmart Tutup karena Bangkrut

Whats New
Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Gelar IPO, Hillcon Kelebihan Permintaan 1,3 Kali

Whats New
Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Cerita dari Negeri Kaya Sawit, Harga Minyak Goreng yang Terus Digoreng

Whats New
Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Aprindo Bantah Ritel Jadi Penyebab Minyakita Langka

Whats New
Kreditur Tolak Putusan Perdamaian, Bos Garuda: Kami Belum Menerima Pemberitahuan Resmi dari Pengadilan

Kreditur Tolak Putusan Perdamaian, Bos Garuda: Kami Belum Menerima Pemberitahuan Resmi dari Pengadilan

Whats New
Terbukti Mengemplang Pajak, Perusahaan di Bantul Kena Denda Rp 93,56 Miliar

Terbukti Mengemplang Pajak, Perusahaan di Bantul Kena Denda Rp 93,56 Miliar

Whats New
Dapat Restu Luhut, Tarif Baru Masuk Borobudur Diperkirakan Rp 150.000

Dapat Restu Luhut, Tarif Baru Masuk Borobudur Diperkirakan Rp 150.000

Spend Smart
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+