Menteri BUMN: Pembentukan "Holding" Tambang Rampung Tahun Ini

Kompas.com - 06/10/2017, 08:01 WIB
Menteri BUMN Rini Soemarno pada pameran wisata Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 fase dua di Jakarta Convention Center, Jumat (22/9/2017). KOMPAS.COM/WIENDA PUTRI NOVIANTYMenteri BUMN Rini Soemarno pada pameran wisata Garuda Indonesia Travel Fair (GATF) 2017 fase dua di Jakarta Convention Center, Jumat (22/9/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno menyatakan, pembentukan holding BUMN pertambangan dan migas akan rampunf pada tahun 2017. Saat ini, tengah dilakukan tahap harmonisasi dengan kementerian terkait.

Rini pun menuturkan, pembentukan holding tambang dan migas juga sudah disosialisasikan kepada pegawai masing-masing BUMN yang akan digabungkan. Segala proses terkait holding tersebut masih berlanjut hingga saat ini.

"Insya Allah tahun ini terselesaikan harmonisasi dengan kementerian-kementerian lain. Sudah ada FGD (focus group discussion) ke internal antar perusahaan itu, migas dan pertambangan," kata Rini dalam acara dialog di Plaza Mandiri, Kamis (5/10/2017).

Guna mempercepat pembentukan holding tersebut adalah dengan menunjuk Budi Gunadi Sadikin sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) atau Inalum. BUMN tersebut akan menjadi induk dalam holding BUMN tambang.

Rini menuturkan, pembentukan holding tambang dan migas dimaksudkan untuk memperkuat perusahaan-perusahan milik negara tanpa harus membebani negara. Sehingga diharapkan BUMN dapat memberikan kontribusi dividen lebih besar dengan dilebur dalam satu perusahaan.

"Sekarang batu bara melakukan penambangan sendiri, investasi sendiri. Antam (Aneka Tambang) hal yang sama kita harapkan sinergi ini satukan dalam alat-alat beratnya sehingga cost production (biaya produksi) menurun," tutup Rini.

Holding BUMN migas meliputi PT Pertamina (Persero) sebagai induk dan termasuk di dalamnya adalah Perusahaan Gas Negara (PGN).

Sementara itu, dalam holding BUMN tambang, Inalum akan menjadi induk, membawahi PT Tambang Batu Bara Bukit Asam (Persero) Tbk, PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X