Cara Taksi Express Bertahan di Tengah Maraknya Transportasi Online

Kompas.com - 06/10/2017, 20:15 WIB
Seorang pria melintasi jajaran kendaraan di Pool Taxi Express, Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (6/10). PT Express Transindo Utama Tbk menyampaikan laba pada Juni 2017 sebesar Rp158,73 miliar atau turun dari periode tahun lalu sebesar Rp374,06 miliar yang disebabkan oleh rendahnya tingkat utilitas alias tingkat perolehan penumpang dimana okupansi taksi Express turun dari 50-55% menjadi hanya 45%. Hal tersebut menyebabkan manajeman melakukan PHK karyawan serta berencana melepas sejumlah asetnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/NZ/17 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumaySeorang pria melintasi jajaran kendaraan di Pool Taxi Express, Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (6/10). PT Express Transindo Utama Tbk menyampaikan laba pada Juni 2017 sebesar Rp158,73 miliar atau turun dari periode tahun lalu sebesar Rp374,06 miliar yang disebabkan oleh rendahnya tingkat utilitas alias tingkat perolehan penumpang dimana okupansi taksi Express turun dari 50-55% menjadi hanya 45%. Hal tersebut menyebabkan manajeman melakukan PHK karyawan serta berencana melepas sejumlah asetnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/NZ/17
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - CEO Express Group Benny Setiawan mengungkapkan kini taksi Express ikut bergabung dengan layanan aplikasi transportasi online, Uber. Kerja sama angara Express dengan Uber dimulai sejak Januari lalu.

"Bagaimana sih Express menanggapi kompetisi maraknya transportasi online, salah satu bentuknya dengan berkolaborasi bersama Uber. Di setiap taksi Express, pengemudi sudah bisa masuk ke aplikasi Uber, menerima panggilan dari Uber, dan mendapatkan costumer dari Uber," kata Benny, di kantornya di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (6/10/2017).

Dia menjelaskan, tiap bulannya, pengemudi yang bergabung dengan Uber selalu bertambah. Program ini, lanjut dia, juga memberi kemudahan bagi para pengemudi.

Pengemudi tidak hanya mendapatkan penumpang dari pinggir jalan maupun pangkalan, tapi juga dapat menerima penumpang dari aplikasi.

"Ibaratnya semua pintu kebuka untuk pengemudi. Kalau misalnya lagi di tengah jalan, pengemudi bisa nyalakan aplikasi agar dapat penumpang, inilah kenapa kami merasa kolaborasi dengan Uber sangat bermanfaat," kata Benny.

Selain itu, pengemudi juga mendapat efisiensi waktu dengan mengikuti Uber. Biasanya, pengemudi dapat 6-7 penumpang dalam waktu 18 jam.

Benny menyebut, pengemudi bisa mendapat 6 penumpang dalam waktu 10 jam melalui kemajuan teknologi.

Sedangkan penumpang yang mendapat taksi Express dengan aplikasi Uber, hanya perlu membayar sesuai harga yang tertera di aplikasi, bukan di argo.

Di sisi lain, Benny mengatakan, perseroan akan terus mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah. Perseroan tidak akan menurunkan tarif bawah demi menarik banyak penumpang. Sebab, pelaku usaha wajib mematuhi aturan pemerintah.

"Kalau bicara transportasi, yang online juga mengambil penumpang. Kami harapkan adanya kesetaraan dan tugas pemerintah adalah bagaimana menciptakan kompetisi industri yang adil dan sehat," kata Benny.

Adapun operator taksi PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) memutuskan hubungan kerja dengan 400 orang karyawannya hingga kuartal III tahun 2017.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X