Elektronifikasi Gerbang Tol Tingkatkan Efisiensi

Kompas.com - 06/10/2017, 20:21 WIB
Ilustrasi kartu elektronik Stanly/KompasOtomotifIlustrasi kartu elektronik
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Era transaksi tunai di gerbang tol akan segera berakhir. Hal itu menyusul elektronifikasi semua gerbang tol yang akan dilakukan di semua jalan tol di Indoneaia pada akhir Oktober 2017. 

Bagi operator jalan tol, elektronifikasi berarti membutuhkan investasi tambahan. Sebab semua alat transaksi di gardu tol perlu diganti dengan alat transaksi uang elektronik.

"Memang ada biaya investasinya," ujar Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Namun Desi mengaku belum bisa membeberkan rincian biaya investasi yang ditanggung Jasa Marga untuk mengubah alat transaksi di semua jalan tol yang operasikan BUMN jalan tol tersebut.

Ia hanya memastikan, biaya investasi elektronifikasi gerbang tol tidak akan menganggu keuangan perusahaan.

"Tetapi yang paling penting adalah efisiensi, jadi misalnya kami tidak perlu lagi mengumpulkan uang kembalian yang nilai dan effort-nya luar biasa," kata Desi.

Saat ini ucap Desi, Jasa Marga mengoperasikan jalan tol sepanjang 625 km. Rencananya dalam waktu dekat, panjang jalan tol yang dioperasikan akan bertambah menjadi 2 kali lipat.

Desi menuturkan total gerbang tol milik Jasa Marga mencapai 1.200 gerbang tol di seluruh Indonesia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X