2018, Kementan Targetkan Indonesia Swasembada Kedelai

Kompas.com - 06/10/2017, 20:48 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat teleconference penanaman komoditas kedelai serentak dengan 500.000 hektar di Kantor Pusat Kementan, Ragunan, Jakarta, Jumat (6/10/2017).KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTO Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman saat teleconference penanaman komoditas kedelai serentak dengan 500.000 hektar di Kantor Pusat Kementan, Ragunan, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menargetkan, pada tahun depan Indonesia akan mengalami swasembada kedelai.

Menteri Pertanian ( Mentan) Amran Sulaiman menargetkan penanaman kedelai seluas 500.000 hektar dengan anggaran APBNP 2017 yang dipusatkan di 20 propinsi mulai dari Sumatera seluas 153.000 hektar, Jawa 130.000 hektar, Kalimantan 27.000 hektar, Sulawesi 110.000 hektar dan NTT dan NTB masing masing 40.000 hektar.

"Target tanam serentak ini merupakan bagian dari program upaya khusus (Upsus) swasembada padi, jagung dan Kedelai (pajale)," ujar Amran di Kantor Pusat Kementan, Ragunan, Jakarta, Jumat (6/10/2017).

Amran mengatakan, program tersebut akan menggunakan lahan bekas pertambangan, perkebunan Tanaman Belum Menghasilkan, lahan kering, lahan bera, lahan tidur, lahan pasang surut dan lahan bekas perluasan area tanam baru jagung.

"Tadinya target swasembada kedelai di tahun 2019, tapi target kami majukan dan kami akan berupaya keras untuk pencapaiannya di tahun 2018," ungkap Gatot Irianto, Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Kementeria Pertanian.

Gatot mengatakan, salah satu wilayah yang berpotensi menjadi sentra penanaman kedelai adalah Grobogan, Jawa Tengah dengan luas area tanam 17.000 hektar.

"Potensi besar varietas grobogan dengan keunggulan usia tanaman yang pendek 76 hari, berat biji kedelai 18 gram per 100 biji dan rata rata produksi 3,4 ton hektar menjadikan kabupaten grobogan sebagai sentral penghasil kedelai berkualitas," paparnya.

Berdasarkan data Kementan, saat ini Grobogan adalah penghasil kedelai terbesar di Jawa Tengah dengan kontrobusi sebesar yaitu 30 persen untuk Jateng dan 4,9 persen untuk kebutuhan nasional.


Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorAprillia Ika
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X