Taksi Express Bakal Jual 14,5 Hektar Lahan demi Bayar Utang dan Perbaiki Kendaraan

Kompas.com - 07/10/2017, 09:28 WIB
Seorang pria melintasi jajaran kendaraan di Pool Taxi Express, Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (6/10). PT Express Transindo Utama Tbk menyampaikan laba pada Juni 2017 sebesar Rp158,73 miliar atau turun dari periode tahun lalu sebesar Rp374,06 miliar yang disebabkan oleh rendahnya tingkat utilitas alias tingkat perolehan penumpang dimana okupansi taksi Express turun dari 50-55% menjadi hanya 45%. Hal tersebut menyebabkan manajeman melakukan PHK karyawan serta berencana melepas sejumlah asetnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/NZ/17 ANTARA FOTO/Akbar Nugroho GumaySeorang pria melintasi jajaran kendaraan di Pool Taxi Express, Tanah Kusir, Jakarta, Jumat (6/10). PT Express Transindo Utama Tbk menyampaikan laba pada Juni 2017 sebesar Rp158,73 miliar atau turun dari periode tahun lalu sebesar Rp374,06 miliar yang disebabkan oleh rendahnya tingkat utilitas alias tingkat perolehan penumpang dimana okupansi taksi Express turun dari 50-55% menjadi hanya 45%. Hal tersebut menyebabkan manajeman melakukan PHK karyawan serta berencana melepas sejumlah asetnya. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/NZ/17
|
EditorCaroline Damanik

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator taksi PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) akan menjual sejumlah aset berupa lahan untuk membayar utang dan memperbaiki unit-unit kendaraan.

CEO Express Group Benny Setiawan menjelaskan, perseroan menjual aset lahan yang dianggap tidak produktif.

"Kami baru saja menjual 1 bidang lahan seluas 4 hektar di Daan Mogot. Lahan tersebut sudah tidak dipakai," kata Benny, di kantornya di kawasan Taman Sari, Jakarta Barat, Jumat (6/10/2017).

Perseroan akan melapor kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) setelah transaksi penjualan lahan dilakukan.

Selain itu, TAXI juga akan menjual 2 bidang lahan lainnya. Yakni lahan di Cibubur dengan luas 9,3 hektar dan lahan di pinggir jalan raya di Kota Tangerang seluas 1,2 hektar.

(Baca juga: Cara Taksi Express Bertahan di Tengah Maraknya Transportasi Online)

Benny mengatakan, perseroan masih memiliki aset yang nilainya besar. Dengan demikian, ia meyakini, penjualan aset ini dapat digunakan untuk menutupi utang perusahaan.

"Dengan menjual aset tidak produktif itu otomatis beban utang kami semakin ringan. Sehingga nanti cashflow perusahaan akan diprioritaskan untuk hal-hal yang lebih produktif, ini yang akan kami lakukan," kata Benny.

Awalnya, lahan-lahan tersebut akan digunakan untuk pembangunan pool dan bengkel. Namun, pada akhirnya lahan tersebut menjadi terbengkalai dan tidak produktif. Hasil dari penjualan aset akan digunakan untuk mengurangi porsi utang dan perbaikan kendaraan.

Perseroan memiliki utang sekitar Rp 500 miliar ke BCA dan obligasi sebesar Rp 1 triliun. Dahulu, perseroan berutang kepada BCA untuk pembelian aset dan kendaraan. "Kami akan melakukan percepatan pelunasan utang. Penjualan aset kami rencanakan, jika memungkinkan terlaksana tahun ini, tapi lahan yang di Daan Mogot sudah laku terjual," kata Benny.

Adapun pendapatan perseroan tercatat merosot. Per Juni 2017, pendapatan TAXI tercatat hanya sebesar Rp 158,73 miliar. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan pendapatan pada periode yang sama tahun lalu, yakni sebesar Rp 374,06 miliar.

 

Kompas TV Taksi Express PHK 250 Karyawan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X