Menhub Minta Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Melaju 140 Km Per Jam

Kompas.com - 08/10/2017, 13:55 WIB
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur Kompas.com/YOGA SUKMANAMenteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Pelabuhan Kalianget, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorIndra Akuntono


SUMENEP, KOMPAS.com -
Pemerintah memberikan berbagai syarat kepada penggarap proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Syarat tersebut terkait dengan waktu tempuh dan kecepatan maksimal.

"Kami ingin waktu tempuh (Jakarta-Surabaya) menjadi 5 jam," kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Sumenep, Madura, Minggu (9/10/2017).

Menurut Menhub, untuk mencapai waktu tempuh 5 jam dari Jakarta ke Surabaya, kereta semi cepat itu harus memiliki kecepatan 140 km per jam. Angka ini lebih tinggi dari kemampuan pihak penggarap dari Jepang yang hanya 120 km per jam.

Pemerintah yakin kecepatan 140 km per jam mampu dicapai dengan berbagai cara. Mulai dari peniadaan lintasan sebidang, elektrifikasi, mengurangi jalur tikungan, dan tanjakan.

(baca: Kereta Semi Cepat Jakarta-Surabaya Dioperasikan, Pelintasan Sebidang Dihilangkan)

Sebelumnya, pemerintah juga ingin kereta semi cepat Jakarta-Surabaya tidak menggunakan jalur baru tapi menggunakan jalur yang sudah ada atau existing.

Saat ini, pihak Jepang masih melakukan studi terkait proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya. Rencananya studi akan rampung pada November 2017.

Pemerintah meyakini, proyek tersebut bisa rampung dalam dua tahap yakni Jakarta-Semarang pada 2019, dan Semarang- Surabaya pada 2021.

Kompas TV Wijaya Karya Kurangi Saham Kereta Cepat Jakarta-Bandung




Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X