Persaingan Ketat, Singapore Airlines Siapkan 56 Rencana Efisiensi

Kompas.com - 09/10/2017, 10:12 WIB
Pesawat A-330 Singapore Airlines di Bandara Internasional Velana, Maladewa, Jumat (14/7/2017). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAPesawat A-330 Singapore Airlines di Bandara Internasional Velana, Maladewa, Jumat (14/7/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

SINGAPURA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan nasional Singapura, Singapore Airlines Ltd dikabarkan bakal menyiapkan lebih dari 50 program pemangkasan biaya guna membuat maskapai itu lebih kompetitif.

Beberapa rencana tersebut termasuk pengurangan beban bahan bakar dan peninjauan kembali hubungan dengan sejumlah pemasok.

Mengutip Business Insider, Senin (9/10/2017), rencana tersebut bakal dilakukan dalam waktu tiga tahun. Para pegawai telah diberitahu mengenai rencana tersebut melalui newsletter alias buletin.

Singapore Airlines sendiri pada Mei 2017 lalu membentuk pusat transformasi untuk meninjau kembali strategi-straregi bisnisnya. Ini dilakukan setelah maskapai tersebut secara mengejutkan mengumumkan kerugian pada kuartal IV 2016 lalu.

Dalam buletin kepada para staf, CEO Singapore Airlines Goh Choon Phong menyatakan maskapai tengah mempersiapkan 56 inisiatif. Beberapa di antaranya termasuk opsi layanan mandiri bagi calon penumpang dan menurunkan kelebihan makanan dan minuman di dalam pesawat.

"Meskipun ini masih dalam tahap awal program tiga tahun, namun saya sangat senang melaporkan bahwa (inisiatif-inisiatif) tersebut berjalan dengan baik. Saya pun sangat yakin bahwa kita berada di jalan yang tepag untuk mencapai tujuan kita," ungkap Goh.

Sejak program peninjauan bisnis tersebut diluncurkan, Singapore Airlines telah mengalihkan dua rute regional SilkAir ke maskapai penerbangan murah Scoot.

Maskapai juga menggabungkan sebagian tim keuangan SilkAir ke induk perusahaan dan menawarkan cuti tanpa gaji kepada kru kabin.

Kepala Analis CAPA Centre for Aviation Brendan Sobie menyatakan, Singapore Airlines harus mempertimbangkan langkah yang lebih radikal sebagai bagian dari upaya efisiensi. Langkah tersebut adalah menggabungkan SilkAir dengan induk perusahaannya, yakni tak lain adalah Singapore Airlines sendiri.

"(Langkah tersebut) akan mendorong efisiensi dan memastikan konsistensi produk dalam layanan yang penuh kepada pasar," ungkap Sobie.

Sebelumnya, Singapore Airlines telah menggabungkan maskapai penerbangan murah yang dimilikinya, yakni Scoot dan Tigerair Singapore. Maskapai tersebut juga telah menggabungkan kembali unit kargo ke induk perusahaan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X