Bursa Berjangka Jakarta Rilis Kontrak Berjangka Gula Rafinasi di 2018

Kompas.com - 09/10/2017, 11:00 WIB
Sebanyak 5.000 ton gula rafinasi yang hendak dipasarkan ke masyarakat disita oleh Satgas Pangan Polda Sulsel, Senin (22/5/217). KOMPAS.com/Hendra CiptoSebanyak 5.000 ton gula rafinasi yang hendak dipasarkan ke masyarakat disita oleh Satgas Pangan Polda Sulsel, Senin (22/5/217).
Penulis Aprillia Ika
|
EditorAprillia Ika

MALANG, KOMPAS.com - Bursa Berjangka Jakarta ( BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) akan merilis satu produk baru pada tahun depan. Hal ini dilakukan untuk diversifikasi produk sehingga BBJ tetap menjadi tempat yang menarik bagi investor.

Produk baru yang akan dirilis yakni kontrak berjangka (futures) gula rafinasi.

Menurut Stephanus Paulus Lumintang, Direktur Utama BBJ, saat ini pengajuan izin kontrak berjangka gula rafinasi tersebut sudah berada di tangan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappepti) Kementerian Perdagangan (Kemendag).

"Skema kontrak akan sama saja dengan komoditas lain. Untuk perdagangan ini kami menyasar investor lokal," kata Paulus kepada Kompas.com, Jumat (6/10/2017).

Menurut dia, saat ini skema kotrak sedang dipertimbangkan apakah akan menggunakan mata uang rupiah atau yang lain.

Kontrak berjangka gula rafinasi ini nantinya akan jadi perdagangan alternatif dari lelang gula rafinasi yang diselenggarakan oleh Bappebti pada 2018 mendatang.

"Kontrak berjangka digunakan bagi pelaku industri untuk pembelian komoditas dalam jangka waktu panjang dan mereka bisa melakukan hedging atau lindung nilai atas gula rafinasi ini," lanjut Paulus.

Paulus menambahkan, ke depan perdagangan berjangka komoditi serta Bursa Berjangka Jakarta akan menuju tahap kedewasaan. Saat ini, dalam 20 tahun perjalanan bisnis BBJ memang dinilai belum matang seperti halnya Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Walau masih infant namun ke depan bursa ini akan jadi bursa yang dewasa. Perubahan (tambahan produk) yang kami lakukan merupakan perbaikan untuk mencapai target tersebut," kata Paulus.

Dia menyebutkan saat ini ada dua bursa yang menggawangi perdagangan berjangka komoditi di Indonesia, yakni BBJ dan ICDX.

Hal itu menunjukkan bahwa industri ini sebenarnya memiliki potensi besar namun belum tergali sedemikian rupa. Untuk itu, perlu dilakukan berbagai inovasi untuk mengembangkan perdagangan berjangka komoditi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X