Indonesia Harus Kembangkan Mata Uang DIgital Sebagai Alat Transaksi

Kompas.com - 09/10/2017, 14:15 WIB
Ilustrasi TechCrunchIlustrasi
|
EditorAprillia Ika

KOMPAS.com – Penggunaan Bitcoin sebagai alat transaksi atau mata uang digital (virtual currency) tengah menjadi tren global.

Negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang kini sudah mulai melakukan pengaturan kepada industri yang bergerak di mata uang digital terkait dengan standarisasi dan perlindungan bagi para pengguna.

Menanggapi hal tersebut, CEO Bitcoin Indonesia, Oscar Dermawan menyatakan Indonesia harus segera melakukan pengembangan Industri mata uang digital dan teknologi Blockchain.

(Baca: Bitcoin Bisa Gantikan Mata Uang Konvensional?)

Dia mengatakan bahwa pihaknya sadar Indonesia belum ada arah pengaturan ke arah mata uang digital. Akan tetapi, menurutnya Indonesia harus belajar dari Jepang dan AS agar Indonesia tidak tertinggal dan bisa bersaing di kancah internasional.

"Industri mata uang digital harus diatur agar ada regulasi yang jelas. Jadi bukan mata uang virtualnya yang diatur tapi industrinya yang diatur,” ujar Oscar melalui keterangan resmi, Senin (9/10/2017). 

Oscar menjelaskan bahwa Pemerintah Jepang telah menetapkan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah dan setara dengan Yen.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jepang, Financial Services Agency (FSA) sebelumnya mengumumkan bahwa mereka telah memberikan lisensi khusus bagi sebelas Bitcoin Exchange berbeda untuk beroperasi secara legal di Jepang sejak 29 September 2017 lalu.

“Setelah pemberian lisensi ini, volume perdagangan Bitcoin di Jepang meningkat drastis bahkan melebihi China dan AS. Sekarang Jepang menjadi pusat perputaran Virtual Currency di seluruh dunia dengan transaksi lebih dari satu triliun rupiah per hari,” jelas Oscar.

Pada pertengahan januari 2017 lalu, salah satu satu Bursa Bitcoin terbesar di dunia, Coinbase juga ikut mendapat lisensi dari The New York State Department of Financial Services (NYDFS).

Selain AS dan Jepang, Luxembourg juga pernah memberikan lisensi kepada Bitcoin Exchange terbesar ketiga di dunia, Bitstamp pada April 2016 dan secara sah bisa beroperasi secara sah di 28 negara Uni Eropa.

Ini membuat Eropa ikut menjadi salah satu benua yang melegalkan secara penuh transaksi Bitcoin.

 

Kompas TV Hikayat Rupiah

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
Luhut: 'Travel Bubble' Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Luhut: "Travel Bubble" Dievaluasi Tiap Minggu, Kalau Tidak Bagus Kita Setop

Whats New
BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

BRI Berencana Buyback Saham Sebesar Rp 3 Triliun, Ini Alasannya

Whats New
Ini Target Produksi Komoditas Utama Pertanian Selama 2022

Ini Target Produksi Komoditas Utama Pertanian Selama 2022

Whats New
Tahun 2022, HAIS Targetkan Pertumbuhan Usaha Kargo hingga 10 Persen

Tahun 2022, HAIS Targetkan Pertumbuhan Usaha Kargo hingga 10 Persen

Rilis
Sederet Kecurigaan KPPU soal Kartel Persekongkolan Harga Minyak Goreng

Sederet Kecurigaan KPPU soal Kartel Persekongkolan Harga Minyak Goreng

Whats New
Luhut Minta Masyarakat Jangan Masuk ke Mal dan Restoran yang Tidak Menerapkan PeduliLindungi

Luhut Minta Masyarakat Jangan Masuk ke Mal dan Restoran yang Tidak Menerapkan PeduliLindungi

Whats New
Tarif Transfer Antarbank Rp 2.500 Kini Tersedia di TMRW

Tarif Transfer Antarbank Rp 2.500 Kini Tersedia di TMRW

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.