Menhub Berencana Panggil Manajemen Taksi Express

Kompas.com - 09/10/2017, 18:30 WIB
Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury bersama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di GMF AeroAsia, Tangerang, Senin (9/10/2017) KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIDirektur Utama Garuda Indonesia, Pahala N Mansury bersama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin di GMF AeroAsia, Tangerang, Senin (9/10/2017)
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorAprillia Ika

TANGERANG, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berencana memanggil pihak manajemen taksi Express untuk meminta penjelasan terkait rencana perusahaan menjual aset dan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan. 

Selain itu, pemanggilan tersebut juga untuk mencari solusi permasalahan yang dihadapi taksi Express. 

"saya memang akan bicara dengan pihak Express, tetapi ini (pemanggilan) prosesnya bukan sekarang," ujar Budi Karya saat ditemui di GMF AeroAsia, Tangerang, Senin (9/10/2017).

Namun sayangnya, Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) ini enggan menyebutkan kapan akan memanggil pihak manajemen taksi Express. 

(Baca: Taksi Express ?Goyah?, Perusahaan Taksi Konvensional Diminta Lakukan Efisiensi )

Meski begitu, Budi Karya menuturkan, saat ini industri transportasi darat memang telah berubah. Salah satunya, peralihan taksi konvensional ke taksi online. 

"Oleh karenanya, dalam rangka kita membuat PM 26 kita lakukan kesetaraan. Kesetaraan ini kita harapkan membuat mereka (taksi konvensional) berkesempatan berubah membuat model bisnis yang baru," jelas dia.

Dalam ini, tambah Budi Karya, Kementerian Perhubungan tetap akan mengawal permasalahan terkait taksi konvensional dengan taksi online. Hal ini agar bisnis antara keduanya tetap berjalan tanpa adanya hambatan.

"Kita harus menyikapi ini. Karena ini untuk kehidupan masyarakat banyak kita harus care Akan, tetapi usaha ini juga harus. (Taksi konvensional) Jangan stay aja dengan ini, harus berubah juga," pungkas dia. 

(Baca: Apa Alasan Express PHK Ratusan Karyawannya? )

Seperti diberitakan sebelumnya, perusahaan taksi lainnya, PT Express Transindo Utama Tbk (TAXI) menyatakan berencana menjual sejumlah aset, yakni tanah dan rumah toko (ruko).

Selain itu, Express juga menyatakan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 250 orang pegawai.

Menurut pihak TAXI, tingkat utilitas armada taksi mengalami penurunan karena adanya peralihan ke jasa transportasi berbasis aplikasi.

Kompas TV Dalam dua tahun terakhir, kinerja keuangan Taksi Express tercatat menurun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X