Mulai Tahun Depan, Nilai Manfaat Akan Dibagi untuk Jemaah Haji Tunggu

Kompas.com - 11/10/2017, 05:45 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai tahun 2018, nilai manfaat atau pengembalian dana haji tidak akan dialokasikan seluruhnya untuk dana operasional jemaah haji.

Anggota Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menjelaskan, sebelumnya sebagian besar nilai manfaat dipergunakan untuk biaya operasional jemaah haji.

"Mulai tahun depan, nilai manfaat tidak boleh dimanfaatkan semuanya untuk operasional. Karena (nilai manfaat) ini termasuk milik jemaah haji yang belum atau menunggu berangkat," kata Anggito, dalam sosialisasi BPKH, di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (10/10/2017).

Nilai manfaat akan dialokasikan untuk tiga hal. Yakni operasional haji, virtual account untuk jemaah haji tunggu, dan biaya operasional BPKH.

Sesuai Undang-undang Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Dana Haji mengamanatkan BPKH untuk mewajibkan setiap calon jemaah haji untuk memiliki virtual account.

Adapun virtual account tersebut nantinya akan mencatat jumlah setoran uang dan nilai manfaat atau return yang diperoleh setiap bulannya dari hasil invetasi yang dilakukan BPKH.

Jumlah keuntungan atau return yang diterima calon jemaah haji dari hasil investasi BPKH tersebut akan berbeda-beda. Angka yang didapat sesuai dengan jangka waktu lamanya calon jemaah haji menabung.

"Kewajiban para BPS (Bank Penerima Setoran Haji) terpilih untuk membuat virtual account, akan meningkat 40 persen pada tahun 2022. Jadi jemaah tunggu sekian tahun (untuk berangkat haji akan) mendapatkan manfaat, yang sekarang ini sama sekali tidak mendapatkan nilai manfaat," kata Anggito.

Besaran nilai manfaat yang akan dipergunakan untuk operasional haji pada tahun 2018 sebesar 80 persen dan akan berkurang menjadi 60 persen pada tahun 2022.

Kemudian alokasi untuk virtual account sebesar 20 persen pada tahun 2018 dan meningkat menjadi 40 persen pada tahun 2022. Sedangkan alokasi untuk biaya operasional BPKH, maksimal sebesar 5 persen.

Adapun target pengembalian yang akan dipakai untuk operasional jemaah haji tahun ini sebesar Rp 5,5 triliun. BPKH menargetkan peningkatan nilai manfaat sebesar Rp 1 triliun tiap tahunnya.

Anggito menyebut, target tersebut termasuk tidak besar. Mengingat BPKH baru terbentuk dan masih mempelajari kondisi pasar serta potensi investasi langsung. Sedangkan target pengembalian atau nilai manfaat dana haji tahun 2018 sebesar Rp 6,7 triliun dan Rp 10,5 triliun pada tahun 2022.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Generasi Muda Diajak Jadi Pengusaha Berorientasi Ekspor dengan Manfaatkan LPEI

Whats New
Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Pendapatan Melesat, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp 24,73 Miliar

Whats New
Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Simak Syarat dan Biaya Nikah di KUA Terbaru 2022

Spend Smart
Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Besok Ada Pemeliharaan Ruas Tol Jagorawi, Kendaraan Berat Akan Dialihkan

Whats New
Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Simak Cara Mendapatkan EFIN Online Tanpa ke Kantor Pajak

Spend Smart
Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Lewat Situs Ini, Pengusaha Bisa Beli atau Sewa Alat Berat

Whats New
Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Perbaikan UU Cipta Kerja Ditargetkan Rampung Tahun Ini

Whats New
Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Gugatan Global Medcom ke BNI Dalam Sidang Lanjutan, Kuasa Hukum: Upaya Hukum Masih Ditempuh

Whats New
KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

KCIC Bangun Overpass Antelope, Ruas Tol Japek Diberlakukan Buka Tutup Jalur Mulai Hari Ini

Whats New
Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Tarif Listrik Naik, PLN Pastikan Subsidi Tepat Sasaran

Whats New
Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Buka 2nd TIIWG G20, Bahlil Fokus Bahas Perdagangan, Investasi dan Kesehatan

Whats New
Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Sri Mulyani: Jika Inflasi Tinggi, Masyarakat Semakin Sulit Beli Rumah

Whats New
Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Tak Lunasi Utang ke LV Logistik, Aset BUMN Konstruksi PT Indah Karya Disita PN Bandung

Whats New
Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Viral, Video Jendela KRL Dilempar Batu hingga Pecah Berserakan, Ini Penjelasan KCI

Whats New
Isu 'Business Judgment Rule' dan 'Talent Mobility' di PP Nomor 23 Tahun 2022

Isu "Business Judgment Rule" dan "Talent Mobility" di PP Nomor 23 Tahun 2022

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.