Trade Expo Indonesia 2017 Resmi Dibuka di ICE BSD

Kompas.com - 11/10/2017, 10:54 WIB
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukito (ketiga dari kanan) didampingi Direktur Independen PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Yos Adiguna Ginting (keempat dari kanan) mengunjungi Paviliun Sampoerna pada Trade Expo Indonesia ke-32 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (11/10/2017). Dalam acara itu, Sampoerna turut memperkenalkan program kemitraan Sistem Produksi Terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia sehingga para petani dapat bersaing dalam rantai pasar nasional maupun global. KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMOMenteri Perdagangan Republik Indonesia, Enggartiasto Lukito (ketiga dari kanan) didampingi Direktur Independen PT HM Sampoerna Tbk. (Sampoerna), Yos Adiguna Ginting (keempat dari kanan) mengunjungi Paviliun Sampoerna pada Trade Expo Indonesia ke-32 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (11/10/2017). Dalam acara itu, Sampoerna turut memperkenalkan program kemitraan Sistem Produksi Terpadu yang bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia sehingga para petani dapat bersaing dalam rantai pasar nasional maupun global.
|
EditorAprillia Ika

TANGERANG, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo bersama dengan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita resmi membuka acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (11/9/2017).

Mendag Enggartiasto mengatakan, acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 digelar dalam rangka untuk meningkatkan nilai ekspor dan juga membuka pasar-pasar ekspor baru.

"Presiden menyampaikan sejumlah arahan kepada kami. Ada dua arahan, yaitu membuka pasar baru untuk ekspor dan memperbaiki desain produk dan packaging (dalam negeri)," ujar Mendag Enggartiasto saat pembukaan TEI 2017 di lokasi acara.

Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita (pertama dari kanan)  meninjau acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Tangerang, Banten,  Rabu  (11/10/1017). TEI merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang akan berlangsung selama lima hari hingga 15 Oktober mendatang.KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELI Presiden Joko Widodo (kedua dari kanan) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita (pertama dari kanan) meninjau acara Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Serpong, Tangerang, Banten, Rabu (11/10/1017). TEI merupakan pameran dagang terbesar di Indonesia yang akan berlangsung selama lima hari hingga 15 Oktober mendatang.

Dalam membuka pasar ekspor baru, Mendag mengatakan, pihaknya terus menjajaki kerja sama dengan negara-negara tujuan ekspor baru atau non tradisional.

"Pembukaan pasar baru kami tingkatkan tanpa meninggalkan negara yang sudah lama jadi tujuan ekspor Indonesia. Kami mengunjungi Rusia dan beberapa negara di Afrika," paparnya.

Mendag mengungkapkan, pada tahun ini TEI telah mempu mendatangkan buyer (pembeli) potensial dari berbagai negara utamanya negara timur tengah seperti Nigeria, Saudi Arabia, India, Pakistan, dan Bangladesh.

"Ini menunjukkan usaha kita mulai menunjukkan hasil," papar Mendag.

Salah satu stan yang kerajinan saat Trade Expo Indonesia ke-32 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (11/10/2017). TEI 2017 menampilkan lebih dari 300 produk dan jasa Indonesia yang akan dipamerkan dibagi dalam 7 zona produk potensial dan unggulan nasional.KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO Salah satu stan yang kerajinan saat Trade Expo Indonesia ke-32 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Rabu (11/10/2017). TEI 2017 menampilkan lebih dari 300 produk dan jasa Indonesia yang akan dipamerkan dibagi dalam 7 zona produk potensial dan unggulan nasional.

Pada gelaran TEI kali ini, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan total transaksi dalam pameran tersebut mencapai 1,1 miliar dollar AS atau setara Rp 14,69 triliun dengan kurs Rp 13.355 per dollar AS.

TEI 2017 akan menampilkan lebih dari 300 produk dan jasa Indonesia yang akan dipamerkan dibagi dalam 7 zona produk potensial dan unggulan nasional.

Zona-zona tersebut adalah Furniture and Furnishing, Fashion, Craft and Creative Products, Premium Products, Strategic Industries, Manufacturing Products and Services, Food and Beverages, dan Province Premium Products.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada gelaran TEI 2016 tahun lalu membukukan nilai transaksi sebesar 1,02 miliar dollar AS dengan total jumlah pengunjung 15.567 orang dari 125 negara.

Adapun negara dengan nilai transaksi terbesar antara lain India, Malaysia, Swiss, Mesir, dan Prancis.

Kompas TV Ajang pameran perkembangan bisnis dan promosi terbesar "Indonesia Business & Development Expo" kembali digelar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Perusahaan Tidak Bayar THR Lebaran 2021, Begini Cara Melaporkannya

Whats New
Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Co-CEO Gojek Bakal Jadi Bos Perusahaan Hasil Merger dengan Tokopedia?

Whats New
Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Posko THR 2021 Diluncurkan, Apa Fungsinya?

Whats New
Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Kemenperin Pacu Peran Startup untuk Dukung Transformasi Industri

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X