Jokowi: Bahan Baku Mahal Buat Produksi Dalam Negeri Tak Kompetitif

Kompas.com - 11/10/2017, 13:19 WIB
Presiden Joko Widodo usai menghadiri pameran kriyanusa di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (27/9/2017). KOMPAS.com/IHSANUDDINPresiden Joko Widodo usai menghadiri pameran kriyanusa di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (27/9/2017).
|
EditorAprillia Ika

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengaku menerima banyak keluhan ketika dirinya melakukan kunjungan kerja ke daerah-daerah. Contohnya seperti keluhan jalan rusak. Padahal, hal tersebut dapat berimplikasi pada kualitas produksi dalam negeri.

"Saya kalau ke daerah, biasanya banyak yang bisikin saya, 'Pak, jalan di sini rusak, di sini terhambat'. Suara-suara itu selalu saya dengar," kata Jokowi, saat membuka Trade Expo Indonesia 2017, di ICE BSD, Tangerang Selatan, Rabu (11/10/2017).

"Seringkali bahan baku mahal membuat produksi dalam negeri tidak kompetitif karena dipersulit dengan berbagai administrasi dan biaya berlapis-lapis," kata Jokowi.

(Baca: Jokowi Akui Biaya Logistik Indonesia Dua Kali Lebih Mahal dari Malaysia dan Singapura.)

Hal-hal inilah yang mesti dibenahi oleh Kementerian/Lembaga terkait. Jokowi mengatakan, dalam melakukan pengiriman barang, perlu dijaga dan ditingkatkan kualitas produksinya.

Sebab, lanjut Jokowi, pembeli memperhatikan spesifikasi barang dan aspek lainnya, seperti ketepatan waktu barang tiba.

"Barang harus on budget atau harga kompetitif dan cocok dengan anggaran si pemesan. Barang sampai atau on time, pengantaran tepat waktu. Saya minta kepada kementerian terkait agar ditemukan solusi atas persoalan-persolan bahan baku dan hambatan jalur logistik yang masih ada," kata Jokowi.

Kompas TV Industri E-Commerce Tumbuh Berkembang di Indonesia

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X