Sampoerna Perkuat Jaringan Kemitraan dengan petani Tembakau

Kompas.com - 12/10/2017, 14:42 WIB
Pekerja PT Sadana Arifnusa sedang memilah daun Tembakau Virginia Lombok di Desa Puyung, Lombok Tengah, Kamis (7/9/2017) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAPekerja PT Sadana Arifnusa sedang memilah daun Tembakau Virginia Lombok di Desa Puyung, Lombok Tengah, Kamis (7/9/2017)
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - PT HM Sampoerna Tbk (Sampoerna) berupaya meningkatkan daya saing sektor agro industri nasional dengan memperkuat program kemitraan.

Program kemitraan yang dinamakan Sistem Produksi Terpadu bertujuan meningkatkan kualitas dan kuantitas tembakau di Indonesia, sehingga para petani dapat bersaing dalam rantai pasar nasional maupun global.

Program tersebut telah dijalankan sejak 2009 dan telah melibatkan 27.500 petani dengan luas Iahan 24.500 hektar.

Para petani yang tergabung dalam program Sistem Produksi Terpadu, di antaranya, diperkenalkan teknologi dan praktik terbaik di bidang pertanian.

Teknik tersebut antara lain metode pembakaran dengan sistem rocket barn yang mampu menghemat konsumsi bahan bakar dan alat aplikasi penghambat tunas yang mampu menghemat waktu pengerjaan.

Leaf Agronomy Manager PT HM Sampoerna Tbk Bakti Kurniawan mengatakan program kemitraan terus diperkuat agar petani tembakau memiliki pangsa pasar yang jelas dan industri rokok pun memiliki kepastian bahan baku tembakau.

"Melalui kemitraan diharapkan punya kepastian pasokan barang yang berkelanjutan dan dengan kualitas yang baik, itu mengapa kami menginisiasi proses kemitraan ini," ujar Bakti di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Kamis (12/10/2017).

Sistem Produksi Terpadu telah diperkenalkan kepada sejumlah petani yang berada di daerah penghasil tembakau di lndonesia seperti Rembang, Lombok, Wonogiri, Malang, Jember, Blitar dan Lumajang.

Selain teknologi, para petani mitra juga akan mendapatkan pendampingan sistem pertanian yang baik, akses permodalan, sarana dan prasarana pertanian serta akses pasar yang terjamin bagi hasil produksi para petani.

Sementara itu, Musdhalifah Machmud, Deputi Koordinasi Pangan dan Pertanian Kementeriaan Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan, pelaku industri memang perlu membuat program kemitraan dengan para petani untuk menigkatkan daya saing industri itu sendiri.

Sebab, lanjut Musdhalifah, jika industri menjalankan pola kemitraan maka aspek hulu hingga hilir bisa terjaga dengan baik seperti pasokan bahan baku, kualitas bahan baku, hingga berkesinambungan.

"Ke depan harus menjaga mulai dari hulu sehingga dari situ bahwa kemitraan ini adalah salah satu yang akan menguatkan komoditi itu sendiri," ujarnya.

Selain pelaku usaha menerapkan pola kemitraan, menurutnya pemerintah juga memiliki berbagai fasilitas guna mendukung usaha kecil termasuk kalangab petani, dalah satunya dengan akses pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X