Pada 2018, Inflasi Venezuela Diprediksi Tembus 2.300 Persen

Kompas.com - 16/10/2017, 06:00 WIB
Kompas TV Di Venezuela negara dimana warganya harus memotong dan menjual rambutnya demi membeli makanan.
|
EditorAprillia Ika

Ini juga merupakan estimasi tertinggi IMF, diikuti Afrika Selatan sebesar 28 persen dan Yunani sebesar 21 persen.

Venezuela saat ini sudah tidak memperbarui data-data statistik perekonomiannya lagi. Kondisi ini membuat para ekonom sulit memprediksi apa yang sebenarnya terjadi di negara itu karena lemahnya data.

Krisis politik di Venezuela berdampak kepada krisis ekonomi dan sosial yang parah. Mata uang bolivar terus melemah, warga Venezuela kelaparan dan terjangkit beragam penyakit karena minimnya persediaan makanan dan obat-obatan.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.