Hingga Akhir Tahun, 35 Juta Benih Perkebunan Gratis Disalurkan

Kompas.com - 16/10/2017, 14:35 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara pada Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), di Auditorium Kementan, Jakarta pada Senin (21/8/2017). Humas Kementerian PertanianMenteri Pertanian Andi Amran Sulaiman berbicara pada Pengukuhan Dewan Pengurus Pusat Masyarakat Perbenihan dan Perbibitan Indonesia (MPPI), di Auditorium Kementan, Jakarta pada Senin (21/8/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menyatakan akan menyalurkan 35 juta benih perkebunan gratis hingga Desember tahun ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan) Bambang mengatakan, realisasi penyaluran benih hingga Oktober telah mencapai lebih dari 25 persen dari target 35 juta.

Menurutnya, saat ini pihaknya terus melakukan pengadaan benih dengan melibatkan petani langsung salah satunya melalui program desa mandiri benih.

"Baik benih kakao, benih kopi, benih karet maupun benih komoditas perkebunan lainnya sudah banyak di masyarakat. Dari tahun lalu sudah dipersiapkan," ujar Bambang saat konferensi pers World Plantation Conference and Exhibition (WPLACE) 2017 di Hotel Borobudur, Senin (16/10/2017).

(Baca: Benih Tembakau dari Lombok Sudah Sampai Afrika)

Selain itu, kata Bambang, program pemberian 35 juta benih dilaksanakan melalui alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017.

Kendati demikan, Bambang tak menjelaskan lebih lanjut terkait besaran anggaran yang di alokasikan untuk program 35 juta benih perkebunan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bambang menegaskan, saat ini yang sangat mendesak dalam sektor perkebunan adalah perbaikan dan pemeliharaan perkebunan rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia

Menurutnya, tanaman komoditas perkebunan rakyat diperlikan pemeliharaan mulai dari awal ketika pemupukan hingga pengendalian hama penyakit. Hal ini dilakukan guna meningkatkan produktivitas tanaman perkebunan rakyat yang berdampak pada kesejahteraan petani rakyat.

Sebelumnya, Menteri Koordinator (Menko) Perekonomian, Darmin Nasution tengah menyoroti sektor bibit komoditas pertanian dalam negeri.

Menurutnya, salah satu yang tidak dibenahi pada sektor pertanian adalah persoalan bibit komoditas pertanian, baik tanaman pangan maupun tanaman perkebunan.

Darmin menegaskan, penyediaan bibit unggul di dalam negeri perlu dilakukan, hal ini agar meningkatkan produktivitas maupun daya saing produk pertanian di Indonesia.

"Salah satu di pertanian yang tidak pernah dibenahi adalah bibit, jangan biarkan rakyat memenanam bibit yang tidak karu-karuan bibitnya, produktivitasnya pasti ekstrim," tegas Darmin.

Berdasarkan data Kementan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2,4 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017 untuk pengembangan benih maupun bibit berbagai komoditas dan akan ditambah menjadi Rp 5,5 triliun pada tahun 2018 mendatang.

Kompas TV Ada inovasi baru yang mampu menumbuhkan tanaman tapi dari batang permen.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Bank Syariah Disebut Kejam, MUI: Coreng Nama Baik dan Bikin Kepercayaan Jatuh

Whats New
[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel 'Loki'

[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel "Loki"

Rilis
Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Whats New
Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Whats New
Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X