Freeport Indonesia Dukung Pengembangan UMKM di Timika

Kompas.com - 19/10/2017, 08:00 WIB
Areal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011). KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTOAreal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Freeport Indonesia mendukung pengembangan usaha mikro kecil dan menengah ( UMKM) berdaya saing tinggi di Timika, Papua. Salah satu upaya yang ditempuh adalah mendirikan usaha ritel Belnail Mart.

Usaha ritel ini adalah bagian dari Program Pembinaan di Departemen Pengembangan Ekonomi Masyarakat (Economic Community Development) Freeport Indonesia.

Peresmian ini merupakan kelanjutan dari program stimulan kepada usaha mikro berprestasi yang diberikan oleh Freeport Indonesia melalui PP-UMKM, sebagai tindak lanjut dari program kemitraan antara Yayasan Bina Utama Mandiri (YBUM) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Belnail Mart mendapatkan dana pinjaman kemitraan berdasarkan hasil evaluasi dan indikator umum terkait karakter kejujuran, disiplin, motivasi yang kuat untuk sukses, komitmen, serta kerja sama dan tanggung jawab.

(Baca: Freeport Indonesia Selenggarakan Upacara 17 Agustus di Ketinggian 2.958 Meter)

Adapun dukungan langsung oleh Freeport berupa dana pinjaman modal kerja melalui YBUM sebesar Rp 10 juta, serta pinjaman dana kemitraan YBUM dengan BRI sebesar Rp 50 juta dengan bunga kredit sangat kecil, yaitu 5 persen.

Manager Economic Community Development (ECD) Freeport Indonesia Yohanis Bewahan mengatakan, pengembangan ekonomi masyarakat secara mandiri melalui lUMKM adalah untuk memutus ketergantungan masyarakat terhadap hasil operasi Freeport.

"Kita tahu ke depan Freeport tidak akan selamanya ada. Sumber daya alam terbatas dan suatu saat akan habis. Tetapi kemandirian ekonomi melalui usaha ini tentu tidak akan habis," kata Bewahan dalam pernyataan resmi, Rabu (18/10/2017).

Menurutnya, kemitraan antar semua stakeholder menjadi kunci utama dalam berkolaborasi untuk melaksanakan program pembinaan masyarakat. Sehingga, mereka tidak hanya bergantung pada keberadaan perusahaan di masa mendatang.

"Kerja sama dengan perbankan melalui BRI, instansi pemerintah melalui Dinas Koperasi dan Ekonomi Kreatif sangat penting dan harus ditingkatkan," jelasnya.

Kompas TV Negosiasi antara pemerintah dan Freeport masih alot meski kesepakatan perubahan status dan divestasi saham sudah disepakati.


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X