Sosialisasikan Kemudahan Digitalisasi Asuransi kepada Konsumen

Kompas.com - 19/10/2017, 18:31 WIB
Faktor penyebab kecelakaan sepeda motor Otomania/Setyo AdiFaktor penyebab kecelakaan sepeda motor
|
EditorJosephus Primus


KOMPAS.com - Belum lama ini, Koordinator jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman) Edo Rusyanto mengaku mengurusi anggota komunitasnya yang mengalami kecelakaan lalu-lintas di daerah Cileungsi, Kabupaten Bogor. "Kami sedang mencari saksi kecelakaan itu karena saksi mata dibutuhkan untuk laporan polisi," katanya membuka percakapan diskusi bertajuk "Sosialisasi dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas Jalan" pada Kamis (19/10/2017).

Diskusi tersebut menjadi bagian dalam peluncuran produk asuransi jiwa yang dikombinasikan dengan asuransi umum. Nama produk itu adalah asuransi Jaga Motorku (JM). Adalah Central Asia Finance (CAF) yang mengelola asuransi Jagadiri bekerja sama dengan asuransi Allianz Utama Indonesia. "Banyak dari kita yang tidak tahu bahwa untuk mendapatkan laporan polisi mengurus klaim asuransi (kecelakaan lalu-lintas) dibutuhkan dua saksi," kata Edo Rusyanto.

Pada proses mencari saksi itu, imbuh Edo, pihaknya masih menemukan kesulitan. "Waktu kami tunggu, saksi enggak datang ke kantor polisi," tuturnya sembari menambahkan bahwa sepanjang 2012 hingga 2016, lebih dari 800.000 orang menjadi korban kecelakaan lalu-lintas di seluruh Indonesia.

Digitalisasi

Central Asia Finance (CAF) menggandeng Allianz Utama Indonesia meluncurkan asuransi jiwa Jaga Motorku (JM) pada Kamis (19/10/2017). CAF mengincar premi dari JM sebesar Rp 20 miliar dalam setahun. Kompas.com/Josephus Primus Central Asia Finance (CAF) menggandeng Allianz Utama Indonesia meluncurkan asuransi jiwa Jaga Motorku (JM) pada Kamis (19/10/2017). CAF mengincar premi dari JM sebesar Rp 20 miliar dalam setahun.

Sementara itu, berangkat dari pandangan CEO CAF Reginald J Hamdani dalam diskusi tersebut, sesuai amanat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), digitalisasi industri asuransi berkembang pesat saat ini. Sebagai salah satu pelopor digitalisasi asuransi, CAF melalui laman jagadiri.co.id memberi kemudahan bagi para konsumen calon nasabah asuransi untuk membeli polis asuransi.

Seturut catatan Reginald, sejak meluncurkan merek Jagadiri sebagai asuransi e-commerce pertama di Indonesia pada 27 Januari 2015, traffic pada laman di atas mencapai 200.000. Reginald mengatakan Jagadiri menjadi satu dari tiga pemain besar asuransi jiwa berbasis e-commerce.

Upaya digitalisasi yang dilakukan CAF merupakan sosialisasi mempertinggi penetrasi industri asuransi di Indonesia. "Penetrasi asuransi kan baru dua persen," tuturnya.

Tak cuma itu, CAF yang menjadi bagian dari Salim Group bakal memanfaatkan situs e-commerce Elevenia untuk memperluas bisnis asuransi. Nantinya, produk-produk asuransi CAF bisa dibeli melalui situs yang tadinya dimiliki oleh XL Axiata dan SK Planet tersebut. (Baca: Situs Belanja Elevenia Bakal Dilepas Perusahaan Korea)


Tantangan yang mengemuka, sebagaimana pertanyaan Kompas.com pada diskusi itu adalah bagaimana dengan proses klaim. Pasalnya, bukan rahasia bahwa keluhan-keluhan sulitnya tertanggung mendapatkan kembali apa yang menjadi haknya bahkan di era digitalisasi ini selalu ada dan mengemuka. Padahal, bisa diumpamakan, di zaman kekinian, urusan klaim bisa beres dengan sentuhan jari saja.

Terkait klaim tadi, Direktur Operasional CAF Dessy Kusumayati, dalam diskusi itu, menerangkan bahwa pihaknya menyediakan waktu lima hari bagi tertanggung melaporkan klaim. Lantas ada 180 hari untuk mengurus proses klaim itu. Untuk bukti-bukti berkas fisik, imbuh Dessy, pihaknya memberi kesempatan penggunaan piranti digital. "Jadi data-data bisa dikirim ke kami melalui WA misalnya," demikian Dessy Kusumayati.

Sementara, dalam hubungan dengan produk Jaga Motorku, Dessy menerangkan bahwa perlindungan bagi kendaraan sepeda motor yang dimiliki tertanggung menjadi ranah dari Allianz Utama Indonesia. CAF, di dalam produk tersebut memberikan perlindungan terhadap tertanggung. "Tetapi, pengurusan klaimnya melalui satu pintu yakni kami,"pungkas Dessy Kusumayati.

Harga premi Jaga Motorku berada di angka Rp 165.000 per tahun. Jagadiri, kata Reginald, menargetkan pertumbuhan premi 58,27 persen dari tahun 2016. Sampai dengan kuartal pertama 2017, Jagadiri mengumpulkan pendapatan premi mencapai Rp 27,9 miliar. Total target pendapatan premi dipatok Rp 39 miliar.


Asuransi jiwa dan motor Jaga Motorku meluncur di Jakarta, Kamis (19/10/2017).Febri Ardani/KompasOtomotif Asuransi jiwa dan motor Jaga Motorku meluncur di Jakarta, Kamis (19/10/2017).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.