Bea Cukai: Program Penertiban Impor Berisiko Tinggi Dorong Pertumbuhan IKM

Kompas.com - 19/10/2017, 19:26 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal usai diresmikan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa (13/9/2016). TRIBUNNEWS / HERUDINSuasana aktivitas bongkar muat Terminal Peti Kemas Kalibaru atau New Priok Container Terminal usai diresmikan Presiden Joko Widodo, di Jakarta, Selasa (13/9/2016).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga bulan berjalan, program penertiban impor berisiko tinggi (PIBT) berhasil mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM).

“Hingga saat ini, dapat kami sampaikan bahwa dampak program penertiban impor berisiko tinggi sangat positif untuk pertumbuhan industri lokal, khususnya IKM,” ujar Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi dalam sebuah rilis yang diterima Kompas.com, Rabu (18/10/2017).

Heru menjelaskan bahwa industri yang memproduksi barang yang sebelumnya dipasok importir berisiko tinggi mengalami pertumbuhan sekitar 30 persen.

Selain itu, program PIBT juga berdampak pada meningkatnya devisa sebesar 39,4 persen per dokumen impor dan pembayar pajak impor sebesar 49,8 persen per dokumen impor.

Bea cukai secara kontinyu juga berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait dalam melaksanakan program PIBT.

“Selama tiga bulan ini kami secara terus menerus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, BPOM, dan Kementerian Perindustrian untuk membahas perizinan impor,” ujar Heru.

Ia juga menambahkan bahwa dari hasil koordinasi ini telah terbit Peraturan Menteri Perdagangan yang memudahkan IKM untuk mengimpor produk baja dan tekstil.

Salah satu pengusaha tekstil, Amelia menyatakan dengan adanya fasilitas Kemudahan Impor Fasilitas Ekspor (KITE) dan program PIBT, kini industri lokal bidang tekstil dapat bertumbuh.

“Karena produk-produk impor berupa tekstil yang tidak sesuai ketentuan telah ditertibkan, maka konsumen beralih pada produk lokal sehingga industri lokal menjad tumbuh,” ujar Amelia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

KPPU Sarankan Pemerintah Cabut Regulasi yang Menghambat Industri Minyak Goreng

Whats New
Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Sri Mulyani: Enggak Mungkin Saya Sembunyikan Utang...

Whats New
Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Perpres Kewirausahaan Terbit, Wirausaha Bakal Dapat Banyak Kemudahan dan Insentif

Whats New
Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Bandara Halim Akan Tutup Sementara, Penerbangan Lion Air Group Dipindah ke Bandara Soetta

Whats New
Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Mengenal Status Tenaga Honorer yang Akan Dihapus mulai 2023

Whats New
IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

IHSG Turun ke Level 6.655,16, Saham-saham Bank Kecil Melemah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.