Luhut: S&P Bakal Naikkan Rating Layak Investasi Indonesia

Kompas.com - 20/10/2017, 13:47 WIB
Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, seusai rapat kelanjutan reklamasi Teluk Jakarta, di Kantor BPPT, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017). Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Menko Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, seusai rapat kelanjutan reklamasi Teluk Jakarta, di Kantor BPPT, Jakarta Pusat, Senin (2/10/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyebut, lembaga pemeringkat Standard and Poor (S&P) bakal kembali meningkatkan peringkat layak investasi Indonesia.

Luhut mengetahui hal itu saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat, dan bertemu dengan petinggi S&P John Berisfod di New York.

Saat ini, S&P meningkatkan sovereign credit rating Indonesia menjadi BBB-/A-3 dengan outlook stabil. Dengan demikian, Indonesia telah memperoleh peringkat investment grade dari S&P.

"Jadi saya diminta sama Bos Bursa Efek, Pak Tito (Dirut BEI) untuk ketemu dengan bos S&P di New York, kami bicara 1 jam. Saya jelasin ke dia, we don't discuss about number. Saya tanya, kenapa kamu (S&P) belum naikin (peringkat layak investasi Indonesia) jadi BBB," kata Luhut, dalam Seminar Sekolah Sespimti Polri, di PTIK, Jakarta Selatan, Jumat (20/10/2017).

(Baca: Meski Sudah Layak Investasi, Perekonomian RI Harus Terus Dibenahi)

Kemudian, saat itu, petinggi S&P menjelaskan kepada Luhut alasan pemberian peringkat BBB-. Alasannya agar pemerintah tetap dapat menjaga tingkat kemiskinan. Salah satu caranya dengan menarik investasi ke dalam negeri.

Mendengar itu, Luhut menyampaikan pentingnya pemberian peringkat layak investasi terhadap kelompok masyarakat miskin di Indonesia.

Sebab, kelompok tersebut dapat berubah menjadi kelompok radikal. Jika tak ada perbaikan perekonomian.

"Saya bilang, 'John, kami ada 20 persen orang miskin, kalau tidak kami tekel, mereka ini bisa jadi radikal. Karena kemiskinan, tidak terjadi pemerataan'. Anda berarti ikut dalam mendorong radikalisme di Indonesia," kata Luhut.

Setelah itu, petinggi S&P kembali menghubungi Luhut. Dari percakapan tersebut diketahui bahwa petinggi S&P akan kembali meningkatkan rating lndonesia dari BBB- menjadi BBB.

"Sekarang dia telepon saya lagi, dia (S&P) mau kasih (peringkat) BBB tanpa minus," kata Luhut.

Dia mengungkapkan peringkat layak investasi ini tak lepas dari kinerja sektor perekonomian. "Apa yang sukses dibuat oleh Bu Sri Mulyani (Menteri Keuangan), Pak Darmin (Menko Perekonomian), dan Gubernur BI, itu kerja keras mereka. Insya Allah mungkin tahun depan rating kita bisa lebih baik," kata Luhut.

Kompas TV S & P Naikkan Rating, Investasi Asing "Oke"?

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Bank Hana Fasilitasi Green Loan Chandra Asri Sebesar Rp 188,5 Miliar

Whats New
AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

AP I Catat Jumlah Penumpang Pesawat Capai 6,12 Juta di Kuartal I-2021

Whats New
Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Adaro Energy Jajaki Lini Bisnis ke Sektor Energi Hijau

Whats New
Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Ingin Jadi Agen Frozen Food Fiesta? Simak Cara Daftar dan Persyaratannya

Smartpreneur
Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Siap-siap, Transaksi Mata Uang Kripto Bakal Kena Pajak

Whats New
Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Cerita Boy Thohir, Bos Adaro yang Pernah Masuk ICU 11 Hari karena Covid-19

Whats New
Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Mengenal Zakat Mal: Pengertian, Hukum, dan Cara Menghitungnya

Whats New
Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Neraca Perdagangan Surplus Karena UMKM Ekspor Terus Tumbuh

Whats New
OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

OJK Minta Perusahaan Asuransi Selesaikan Aduan Nasabah terkait Unitlink

Whats New
Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Dari 64,2 Juta UMKM di Indonesia, Baru 13 Persen yang Telah Lakukan Digitalisasi

Whats New
Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Menaker: Belum Ada Perusahaan yang Menyatakan Tidak Mampu Bayar THR

Whats New
Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Gojek-Tokopedia Merger, Bos Gojek Andre Soelistyo Disebut Jadi Pemimpinnya

Whats New
[TREN EDUKASI KOMPASIANA] 'Reading Habit' pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

[TREN EDUKASI KOMPASIANA] "Reading Habit" pada Siswa | Pendidikan Perempuan dan Kesuksesannya | Mengatasi Ujian Bahasa Indonesia yang Sulit

Rilis
Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Soal Deposito Raib, Bank Mega Syariah: Dana Telah Masuk ke Rekening Perusahaan

Whats New
YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

YDBA Beri Pembinaan untuk Para Perajin Cangkul di Klaten

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X