Menteri Susi Akan Pamerkan 10 Kapal Asing Raksasa Pencuri Ikan

Kompas.com - 21/10/2017, 16:52 WIB
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti berencana memamerkan kapal-kapal asing raksasa pencuri ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sedang menyiapkan 10 kapal asing untuk dijadikan museum. Salah satu kapal asing yang akan dipamerkan adalah kapal Silver Sea 2 milik Thailand yang beratnya 2.285 Gross Ton (GT).

"Ini buat menjadi bukti, karena nanti ada yang bilang menteri Susi ini bohong (ada kapal asing mengeruk ikan di perairan Indonesia). Jadi terbuka seluruh mata (masyarakat) Indonesia bagaimana kapal besar itu menggaruk dan membawa pergi sumber daya perikanan kita," kata Susi, di rumah dinasnya di Kompleks Widya Chandra, Jakarta Selatan. 

Selama ini, KKP selalu menenggelamkan kapal-kapal pencuri ikan. Namun, kali ini, Susi memilih untuk menjadikan kapal-kapal pencuri ikan sebagai museum untuk dipamamerkan kepada masyarakat. Hal itu dilakukan sekaligus untuk mengedukasi masyarakat.

"10 kapal mewakili berbagai negara itu supaya ada bukti, nanti kalau semua (kapal) ditenggelamin enggak ada bukti, nanti dikira Menteri dan Satgas 115 itu bohong-bohong saja," kata Susi.

Selama 3 tahun terakhir, Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla gencar memerangi Illegal, Unreported and Unregulated ( IUU ) Fishing. Susi yang berperan menjadi "komandan perang" sudah menenggelamkan 317 kapal pelaku IUU Fishing.

Kebijakan itu sesuai dengan amanat Undang-undang 45 Tahun 2009 tentang Perikanan. Kapal-kapal yang ditenggelamkan berasal dari berbagi negara, mulai dari China, Vietnam, Filipina, hingga Malaysia. Penenggelaman tersebut dilakukan di berbagai daerah di Indonesia.

Perang melawan IUU Fishing juga terlihat dari keputusan Presiden Jokowi membentuk Satgas IUU Fishing yang dipimpin langsing oleh Menteri Susi.

Satgas tersebut melibatkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), TNI Angkatan Laut, Polri, Kejaksaan Agung, Badan Keamanan Laut, Satker Khusus Migas, PT Pertamina (Persero), dan institusi terkait.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan Video Lainnya >

27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.