Pembebasan Lahan untuk Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta Lancar

Kompas.com - 23/10/2017, 05:38 WIB
Tampak lahan yang ada di samping Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (16/11/2015). Lahan yang merupakan bagian dari Desa Rawa Rengas ini rencananya akan dibebaskan menyusul rencana perluasan landasan pacu atau runway ke tiga bandara. KOMPAS.COM/ANDRI DONNAL PUTERATampak lahan yang ada di samping Jalan Perimeter Utara Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (16/11/2015). Lahan yang merupakan bagian dari Desa Rawa Rengas ini rencananya akan dibebaskan menyusul rencana perluasan landasan pacu atau runway ke tiga bandara.
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Angkasa Pura II (Persero) melaporkan, proses pembebasan tanah untuk pembangunan runway ketiga di Bandara Internasional Soekarno-Hatta berjalan lancar.

Hingga bulan ini, Angkasa Pura II bersama Tim Pembebasan Tanah yang dikepalai Badan Pertanahan Nasional telah membebaskan tanah seluas 21 hektare.

Lahan tersebut terdiri dari 171 bidang di Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Adapun luas tanah yang dimilik AP II sebelumnya adalah 49 hektare, sehingga total tanah yang sudah dimiliki adalah 70 hektare.

Proses pengadaan atau pembebasan tanah tersebut telah mengikuti prosedur sesuai ketentuan, yakni antara lain penilaian oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP), musyawarah dengan pemilik tanah, validasi data kepemilikan tanah, pembayaran uang ganti kerugian, sertifikasi, dan penyelesaian dokumen.

“Proses pembebasan tanah berjalan lancar di mana antara AP II dan warga pemilik tanah bersama-sama mengikuti prosedur sehingga semuanya dapat berjalan sesuai dengan koridor," kata Direktur Utama Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam pernyataan resmi, Minggu (22/10/2017).

Awaluddin menyatakan, beberapa bidang tanah juga telah memasuki proses konsinyasi di Pengadilan Negeri. Dengan demikian, pembangunan runway ketiga dapat dilakukan tepat waktu.

“Total kebutuhan tanah untuk pembangunan runway ketiga adalah sekitar 216 hektare dan AP II sudah memiliki 49 hektare ditambah 21 hektare yang baru dibebaskan berlokasi di Desa Bojong Renged, Benda dan Selapajang Jaya.

Saat ini, proses musyawarah juga tengah dilangsungkan terhadap pemilik tanah lainnya dan kami berharap dapat segera mencapai mufakat sehingga pembebasan tanah cepat dilakukan,” jelas Awaluddin.

Terbaru, telah dilakukan musyawarah dengan warga desa Rawa Rengas pada tanggal 26-28 September 2017 dan 4-5 Oktober 2017 terhadap pemilik dari 571 bidang di mana sebagian besar telah menyatakan setuju atas nilai ganti kerugian yang ditawarkan, selanjutnya akan dilakukan musyawarah dengan warga desa Rawa Burung.

Runway ketiga dengan dimensi 3000 x 60 meter persegi ini ditargetkan dapat mulai dioperasikan pada tahun depan untuk mengakomodir sebanyak 114 pergerakan pesawat per jam di Bandara Inernasional Soekarno-Hatta.

Pembangunan runway ketiga termasuk pengembangan sesuai dengan grand design Bandara Internasional Soekarno-Hatta dalam meningkatkan kapasitas sisi udara.

Hal ini juga untuk melengkapi pengembangan di sisi darat yang telah dilakukan yakni pembangunan Terminal 3, operasional Skytrain yang menghubungkan seluruh terminal, pembangunan stasiun kereta bandara, dan ke depannya revitalisasi Terminal 1 dan 2, pengembangan Cargo Village dan sebagainya.

Khusus pengembangan di sisi udara, selain pembangunan runway  ketiga, AP II juga melakukan pembangunan infrastruktur pendukung improve runway capacity 86 atau IRC-86, pembangunan east cross taxiway, dan perluasan apron guna mengakomodir sebanyak 114 pergerakan pesawat per jam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X