Dorong Literasi Keuangan, Sun Life Gelar Edufair 2017

Kompas.com - 23/10/2017, 10:50 WIB
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise (kedua kiri) bersalaman dengan Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty, disaksikan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wowon Widaryat (kanan) dan Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito (kiri) saat pembukaan Sun Life Edufair 2017, di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (20/10). Dok Sun LifeMenteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise (kedua kiri) bersalaman dengan Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty, disaksikan Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wowon Widaryat (kanan) dan Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito (kiri) saat pembukaan Sun Life Edufair 2017, di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (20/10).
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap perencanaan finansial keluarga masih sangat rendah. Tercatat hanya 15 persen masyarakat yang memiliki perencanaan finansial secara detail. Hal itu memacu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk terus mensosialisasikan literasi keuangan ke semua lini masyarakat.

Demikian dikatakan Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito dalam sambutannya di acara Sun Life Edufair 2017 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta.
Hadir pada kesempatan itu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia (Sun Life) Elin Waty, Direktur Pembinaan Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Wowon Widaryat, dan sejumlah kepala sekolah peserta Sun Life Edufair 2017.

Sardjito menambahkan, berdasarkan survei literasi dan inklusi keuangan tahun 2016, terdapat 67,8 persen masyarakat yang menggunakan produk dan layanan keuangan, namun hanya 29,7 persen yang paham keuangan. Hal itu menunjukkan, banyak masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan tidak dibekali pemahaman yang memadai.

“Makanya banyak yang tertipu jenis-jenis investasi yang tidak baik, yang menjanjikan hasil investasi besar tetapi keliru,” tutur dia.

Ia menambahkan, tingkat literasi keuangan perempuan cenderung lebih rendah dibandingkan tingkat nasional yaitu 25,5 persen dengan tingkat inklusi 66,2 persen.Sementara itu, tingkat literasi keuangan pelajar dan mahasiswa juga lebih rendah yaitu 23,4 persen dengan tingkat inklusi 64,2 persen.

Selain itu, tambah Sardjito, tercatat dari 96,7 persen masyarakat yang memiliki tujuan keuangan hanya 12,6 persen yang mempersiapkan pendidikan anak, dan hanya 6,3 persen yang memiliki tujuan keuangan untuk persiapan pensiun.

“Semua itu menunjukkan pemahaman masyarakat Indonesia terhadap keuangan masih sangat rendah.

Kami mengapresiasi langkah Sun Life menggelar Edufair, sebagai kegiatan yang selaras dengan program OJK dalam mendidik masyarakat untuk mengerti keuangan,” papar dia.

Elin Waty menjelaskan, Sun Life Edufair 2017 merupakan pameran edukatif tahunan untuk membantu keluarga Indonesia mendapatkan informasi komprehensif seputar kebutuhan pendidikan anak. Acara itu digelar pada 20-22 Oktober 2017 dengan mempertemukan 20 sekolah formal dan 5 sekolah non-formal terbaik di Jabodetabek, orang tua, pakar pendidikan, serta ahli perencanaan keuangan Sun Life.

“Ini wujud nyata komitmen serta kontribusi kami dalam mengedukasi masyarakat akan pentingnya memiliki perencanaan keuangan terutama untuk memenuhi kebutuhan dana pendidikan yang terus meningkat setiap tahunnya,” tambah dia.

Di sisi lain, data menunjukkan 70 persen orang tua di Indonesia masih mengandalkan pendapatan bulanan untuk biaya pendidikan anak dan seperempatnya mengaku tidak memiliki referensi tentang besarnya dana pendidikan yang harus dialokasikan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X