3 Tahun Jokowi-JK, Pemerintah Terus Pangkas Subsidi BBM dan Listrik

Kompas.com - 23/10/2017, 14:56 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) bersama Wakil Menteri  Arcandra Tahar (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2017). Rapat tersebut membahas hasil renegoisasi kontrak PT Freeport Indonesia dalam divestasi saham serta pembangunan Smelter dan relinquishment. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK AMenteri ESDM Ignasius Jonan (kiri) bersama Wakil Menteri Arcandra Tahar (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (9/10/2017). Rapat tersebut membahas hasil renegoisasi kontrak PT Freeport Indonesia dalam divestasi saham serta pembangunan Smelter dan relinquishment.
Penulis Ihsanuddin
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK) terus memangkas anggaran untuk subsidi bahan bakar minyak dan listrik dalam 3 tahun terakhir.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar dalam jumpa pers 3 tahun Jokowi-JK di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Saat Jokowi baru menjabat pada 2014, anggaran untuk subsidi BBM mencapai Rp 46,79 triliun. Pada tahun 2015, anggaran tersebut langsung dipangkas menjadi Rp 14,90 triliun.

Selanjutnya, pada 2016, anggaran tersebut kembali turun ke Rp 14,06 triliun. Sementara, di tahun ini, subsidi kembali dipangkas menjadi Rp 7,15 triliun.

(Baca: Rentan Penyelewengan, Subsidi Elpiji 3 Kg Dinilai Tidak Efektif )

Hanya minyak tanah untuk daerah yang belum terkonversi ke LPG (Elpiji) sebesar 0,6 juta kiloliter dan minyak solar untuk non-industri yang masih disubsidi.

"Subsidi BBM 2017 sudah mendekati kondisi ideal," kata Arcandra.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara anggaran subsidi listrik pada 2014 mencapai Rp 99,30 triliun. Pada 2015, anggaran itu dipangkas menjadi Rp 58,60 triliun.

Di tahun 2016, jumlahnya naik sedikit menjadi Rp 58,04 triliun. Pada tahun ini, anggaran subsidi listrik menjadi Rp 20,42 triliun.

"Subsidi energi BBM dan listrik terus turun dari tahun ke tahun," kata Arcandra.

Namun, Arcandra menegaskan bahwa seluruh pelanggan rumah tangga 450 VA (23,17 pelanggan) tetap disubsidi.

Selain itu, sebanyak 6,54 juta dari 23,13 juta pelanggan rumah tangga 900 VA yang masuk kategori miskin dan tidak mampu juga tetap disubsidi.

Kompas TV Pemerintah Berencana Tambah Dana Subsidi
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.