Department Store Lotus di Thamrin Tutup Gerai, BI Bantah Penjualan Ritel Anjlok

Kompas.com - 23/10/2017, 19:28 WIB
Seorang pengunjung mengamati suasana di dalam Lotus Department Store di Djakarta Theater XXI, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Menurut informasi karyawan, gerai Lotus di seluruh Indonesia akan ditutup pada 31 Oktober 2017. KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGSeorang pengunjung mengamati suasana di dalam Lotus Department Store di Djakarta Theater XXI, Jakarta, Rabu (25/10/2017). Menurut informasi karyawan, gerai Lotus di seluruh Indonesia akan ditutup pada 31 Oktober 2017.
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah Ramayana dan Matahari Departemen Store, giliran Lotus Departemen Store akan menutup gerainya di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, bulan ini.

Meski begitu, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo justru mengungkapkan, angka penjulan ritel mengalami kenaikan sebesar 5 persen hingga kuartal III 2017. Hal itu sekaligus membantah anjloknya penjulan ritel.

"Saya tidak bisa bicara secara mikro, tetapi secara umum, kami dalam rapat kemarin itu melihat retail sudah ada perbaikan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (23/10/2017).

Tidak hanya itu, bahkan BI mengatakan bahwa penjualan industri otomotif, perdagangan, perhotelan, hingga restoran sudah mengalami perbaikan pertumbuhan.

(Baca: Penjualan Ritel Lemah, Alasan Bank Dunia Koreksi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI)

Di sisi lain tutur Agus, perbaikan pertumbuhan investasi juga sudah membaik, bukan hanya investasi bangunan tetapi investasi non bangunan. Misalnya, pembelian barang modal untuk mendukung sektor perkebunan dan pertambangan.

Daya Beli Masyarakat

Sebelumnya, industri ritel dalam negeri dinilai banyak pihak tengah menghadapi berbagai persoalan, selain adanya pergeseran pola belanja konsumen, ritel juga bersaing ketat dengan gerai belanja online.

Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengungkapkan, tidak ada persoalan dengan daya beli masyarakat sehingga menyebabkan beberapa ritel menutup gerai.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bahkan sempat menuding isu soal turunnya daya beli masyarakat sengaja diciptakan oleh lawan politik untuk menghambat elektabilitasnya di pemilu presiden 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato peresmian penutupan Rapat Koordinasi Nasional Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tahun 2017 di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017) sore.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.