Apa Dampak Fluktuasi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Kinerja Reksa Dana?

Kompas.com - 24/10/2017, 13:09 WIB
Ilustrasi rupiah Thinkstockphotos.comIlustrasi rupiah
EditorBambang Priyo Jatmiko

Pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar beberapa waktu belakangan ke level 13.500an menjadi perhatian karena sejak awal tahun selalu bertahan di 13.100 – 13.300.

Apa kira-kira penyebab fluktuasi nilai tukar ini dan seberapa jauh dampaknya terhadap kinerja reksa dana?

Menguat dan melemahnya nilai tukar mengikuti prinsip permintaan dan penawaran. Semakin banyak permintaan terhadap rupiah, maka nilai tukar akan menguat. Sebaliknya, apabila semakin banyak permintaan terhadap dollar AS, maka nilai tukar rupiah akan melemah.

Pemicu dari permintaan penawaran ini amat beragam mulai kebutuhan untuk membayar dividen dan bunga hutang luar negeri, ekspor impor barang dan jasa, transfer devisa, kegiatan investasi dari investor asing ke sektor riil dan instrumen pasar modal seperti saham dan obligasi, kebijakan suku bunga di Indonesia dan Amerika Serikat, keyakinan terhadap kondisi perekonomian hingga intervensi dari bank sentral negara setempat.

Umumnya, penyebab dari fluktuasi nilai tukar merupakan kombinasi dari faktor-faktor di atas, namun terkadang ada pula satu isu tertentu yang perannya lebih dominan.

Untuk fluktuasi nilai tukar di bulan Oktober ini, kebijakan suku bunga kemungkinan menjadi penyebab yang dominan.

Kebijakan Bank Indonesia untuk menurunkan tingkat suku bunga memang sangat beralasan mengingat tingkat inflasi yang rendah dan terkendali selama 2017 ini. Namun pada saat yang sama, di bank sentral Amerika Serikat sedang berencana untuk melanjutkan penguatan tingkat suku bunga. Hal ini menjadi pemicu melemahnya nilai tukar rupiah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apakah fenomena ini bersifat sementara atau permanen?

Fluktuasi nilai tukar dari waktu ke waktu merupakan kejadian yang biasa dalam perekonomian. Namun mengingat pada tahun 2018 dan 2019 akan diselenggarakan Pilkada Serentak, Pemilu dan Pilpres, perihal nilai tukar akan menjadi isu yang cukup sensitif.

Dengan mempertimbangkan rating Indonesia yang semakin membaik, cadangan devisa yang menembus rekor tertinggi dalam sejarah, tingkat pertumbuhan ekonomi yang bertahan di level 5 persen, tingkat inflasi yang diperkirakan rendah dan terkendali selama 2-3 tahun ke depan karena adanya pembangunan infrastruktur, kemungkinan mata uang melemah secara signifikan seharusnya kecil.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.