Kompas.com - 25/10/2017, 07:31 WIB
Pengunjung memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017). KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNGPengunjung memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (25/9/2017).
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai terbatas. Hal itu mengindikasikan semakin terbatasnya tenaga bagi indeks untuk kembali melanjutkan penguatan, seiring ramainya aksi ambil untung.

Mengutip Kontan, Rabu (25/10/2017), analis Binaartha Parama Sekuritas Reza Priyambada menilai, aksi investor asing yang kembali mencatatkan net sell semakin menekan IHSG. Bahkan dimungkinkan dapat membuka peluang terjadinya pembalikan arah melemah.

"Diharapkan aksi jual dapat kembali berkurang sehingga laju IHSG masih dapat memiliki peluang kenaikan. Jika tidak, cermati berbagai macam sentimen yang dapat kembali menghalangi potensi kenaikan IHSG," terang Reza dalam risetnya, Selasa (24/10/2017).

Berikut ini saham-saham pilihan versi Binaartha:

1. ANTM ditutup stagnan di level 645 pada 24 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 665 berhasil tercapai. Saat ini, terlihat pola bullish harami doji star candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level 635-645, dengan target harga secara bertahap di level 675, 745 dan 790.

2. BMRI ditutup melemah di level 6.825 pada 24 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 6.750 dan 6.950 berhasil tercapai. Saat ini, harga berada di atas tengah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level 6.775-6.825, dengan target harga di level 7.125.

3. BWPT ditutup stagnan di level 240 pada 24 Oktober 2017. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terdapat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Buy on weakness pada area level level 234-238, dengan target harga secara bertahap di level 250, 262 dan 294.

4. CPIN ditutup melemah di level 3.030 pada 24 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 2.800, 2.950 dan 3.050 berhasil tercapai. Saat ini, harga berada di atas tengah dari bollinger dan terdapat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level 3.000-3.030, dengan target harga secara bertahap di level 3.220 dan 3.340.

5. DSFI ditutup melemah di level 122 pada 24 Oktober 2017. Adapun target harga pada level 131 berhasil tercapai. Saat ini, terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area level 116-122, dengan target harga secara bertahap di level 131 dan 142.

6. MEDC ditutup stagnan di level 750 pada 24 Oktober 2017. Saat ini, harga bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle sehingga peluang untuk menuju ke level resisten masih terbuka. Buy on weakness pada area level 735-745, dengan target harga secara bertahap di level 785, 820 dan 920.

Disclaimer: on

 

Berita ini diambil dari Kontan.co.id dengan judul: IHSG naik terbatas, simak saham pilihan hari ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Bahlil: Gaji Menteri Enggak Lebih dari Rp 20 Juta, Gayanya Saja yang Mantap

Whats New
Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Mandiri Investment Forum Kembali Digelar, Ribuan Investor dengan Total Aset 4 Triliun Dollar AS Bakal Hadir

Whats New
Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Haus Targetkan Tambah 338 Gerai Sepanjang 2022

Whats New
Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Bos KB Bukopin Buka-bukaan soal 1.400 Karyawannya Mengundurkan Diri

Whats New
Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Bisnis Makanan hingga Pakaian Punya Prospek Cerah Tahun Ini

Whats New
Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Viral Video Kerumunan di Mall Of Indonesia, Ini Penjelasan Manajemen

Whats New
Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Cara Klaim Jaminan Kematian BPJS Ketenagakerjaan

Whats New
Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Minat Kembangkan Usaha? IdeaCloud Kembali Gelar IC Incubator

Whats New
LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

LMAN: Realisasi Pendanaan Lahan PSN 2021 Rp 22,86 Triliun, Tertinggi Sejak 2016

Whats New
Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Akhirnya, Indonesia Ambil Alih Ruang Udara Natuna dari Singapura

Whats New
Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Waspadai Skema Ponzi, OJK Larang Rekening Bank Tampung Dana Kegiatan Melanggar Hukum

Whats New
Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Babak Baru Kerja Sama RI-Singapura, Salah Satunya Sepakati Perjanjian Ekstradisi Buronan

Whats New
Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Mirae Asset Sekuritas Indonesia Buka Investment House di Jakarta

Rilis
Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Pada 2021, Bisnis Minuman Haus! Raup Pendapatan Rp 250 Miliar

Rilis
IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

IHSG Ditutup Melemah 1,3 Persen, Bagaimana dengan Rupiah?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.