Rumah Informasi Pertamina EP Bantu Pantau Komitmen Konservasi Tuntong

Kompas.com - 26/10/2017, 15:10 WIB
Pelepasan Indukan Tuntong Laut oleh tim konservasi alam dari Pertamina EP Field Rantau, bekerja sama dengan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia mencegah kepunahan Tuntong Laut (Batagor Borneoensis) di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (3/8/2017). KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOPelepasan Indukan Tuntong Laut oleh tim konservasi alam dari Pertamina EP Field Rantau, bekerja sama dengan Yayasan Satu Cita Lestari Indonesia mencegah kepunahan Tuntong Laut (Batagor Borneoensis) di Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (3/8/2017).
EditorAprillia Ika

KUALA SIMPANG, KOMPAS.com - PT Pertamina EP, kontraktor kontrak kerja sama di bawah koordinasi dan supervisi SKK Migas, melalui unit usahanya Pertamina EP Asset I Field Rantau, mendirikan Rumah Informasi Tuntong Laut (batagur borneoensis).

Hal ini menunjukkan Pertamina EP berkomitmen tinggi untuk kegiatan pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati.

Pembangunan Rumah Informasi Tuntong Laut berukuran 143,6 meter persegi di Pusung Kapal, Kecamatan Seruway, Kabupaten Aceh Tamiang, Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Di dalam rumah informasi ini terdapat poster edukasi, video edukasi dan penjelasan wawasan terkait pelestarian tuntong laut oleh Kelompok Sadar Wisata Pusung Kapal dan Yayasan Satucita Lestari Indonesia.

(Baca: Cegah Kepunahan, Pertamina Lestarikan Tuntong Laut di Aceh Tamiang)

Dua lembaga ini sejak 2013 bekerja sama dengan Pertamina EP Field Rantau. Pada 2017, Pertamina EP bersama dua lembaga ini melepasliarkan 1.204 anak tuntong.

“Rumah Informasi Tuntong ditujukan sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang segala hal yang berkaitan dengan konservasi tuntong, dan juga sebagai wadah untuk meneliti lebih jauh tentang spesies yang hampir punah ini,” ujar Nanang Abdul Manaf, Presiden Direktur PT Pertamina EP melalui siaran pers, Kamis (26/10/2017). 

Hadir dalam peresmian Rumah Informasi Tuntong antara lain Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam NAD Sapto Aji Prabowo, Dandim Aceh Tamiang Letkol Inf Amril Haris Isya Siregar, dan Kepala Dinas Pangan, Perikanan dan Kelautan Aceh Tamiang Fuadi, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Aceh Tamiang Syamsul Rizal.

Penurunan Populasi

Menurut Nanang, spesies tuntong saat ini mengalami penurunan populasi dan hampir punah akibat kerusakan ekosistem mangrove yang menjadi habitatnya.

Dengan demikian, perlu upaya pencegahan, penanggulangan, dan pembatasan kerusakan yang disebabkan oleh manusia, alam, spesies invasif, hama dan penyakit.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X