Cara Sri Mulyani Ciptakan Nadiem Makarim Baru di Indonesia

Kompas.com - 26/10/2017, 20:50 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembicara utama dalam seminar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/10). Seminar yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Oeang ke-71 itu mengusung tema Sinergi Reformasi Perpajakan dan Bea Cukai. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama/17 Hafidz Mubarak AMenteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembicara utama dalam seminar di Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (25/10). Seminar yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Oeang ke-71 itu mengusung tema Sinergi Reformasi Perpajakan dan Bea Cukai. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/ama/17
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah menginginkan banyak anak muda kreatif dan dapat menciptakan lapangan kerja seperti yang dilakukan oleh Nadiem Makarim, CEO Go-Jek Indonesia. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, untuk dapat mencetak "Nadiem baru", seseorang itu haruslah memiliki kapasitas intelektual dan kreativitas. 

"Jadi republik ini harus membuat the necessary condition. Apa yang perlu (dilakukan pemerintah) sehingga hak anak Indonesia bisa menjadi Nadiem-nadiem baru, mereka adalah orang baru yang bisa menciptakan kesempatan kerja dan merealisir idenya menjadi produk luar biasa yang berarti bagi masyarakat," kata Sri Mulyani, di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (26/10/2017).

Pemerintah, lanjut dia, dapat berperan melalui alokasi anggaran pendapatan belanja negara (APBN). Fokus pemerintah dalam APBN adalah memberi kesempatan dalam hal investasi sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan.

Dia menjelaskan, mendapat jaminan pendidikan, kesehatan, dan hidup layak merupakan hak masyarakat Indonesia sesuai cita-cita kemerdekaan Republik Indonesia. Selain itu, menurut dia, perlu dibangun infrastruktur yang merata di seluruh daerah di Indonesia. Dengan demikian, masyarakat akan mendapat akses listrik, jaringan internet, dan lain-lain.

"Saya mengatakan berkali-kali, membangun infrastruktur bukanlah suatu kemewahan dan bukan hobi. Tapi dia adalah keharusan agar kita bisa menciptakan Indonesia sebagai suatu negara kesatuan di mana masyarakat dari Papua, Aceh, Sulawesi Utara, Morotai sampai Nusa Tenggara Barat semuanya bisa connected dan tidak merasa tertinggal," kata Sri Mulyani.

Pemerintah, kata dia, juga akan melakukan berbagai kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha kecil dan menengah (UKM). Dengan demikian, pelaku UKM dapat memiliki kesempatan yang sama dengan pengusaha lain dalam menarik pembeli.

Salah satu contohnya adalah pemberian kredit usaha rakyat (KUR) bagi pelaku UKM. Tujuannya, agar pelaku UKM semakin berkembang, usahanya berkelanjutan, dan mampu menciptakan produk inovatif. Pemerintah juga mendorong pelaku UKM mampu bersaing dalam era digitalisasi, dan tidak tertinggal zaman.

"Ekonomi yang sehat dan baik adalah ekonomi yang tumbuh tinggi namun inklusif dan menyertakan masyarakat Indonesia sebanyak-banyaknya. Itulah konsep Republik Indonesia menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dan kesejahteraan masyarakat Indonesia," kata Sri Mulyani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X