Cerita Mbak Rom Berbelanja di Pasar Rejowinangun

Kompas.com - 27/10/2017, 15:12 WIB
Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, meluncurkan Grebeg Pasar Rejowinangun, Sabtu (27/6/2015). KOMPAS.com/Ika FitrianaWali Kota Magelang, Sigit Widyonindito, meluncurkan Grebeg Pasar Rejowinangun, Sabtu (27/6/2015).
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Yohana Romini masih ingat los ikan dan daging di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang dengan gang-gang antara yang becek. Acap, bau amis ikan menusuk hidung.

Lantas, jika musim kemarau tiba, lalat begitu banyak beterbangan. "Tapi, sekarang sudah enggak ada," kata perempuan yang karib dipanggil Mbak Rom itu menjawab pertanyaan Kompas.com melalui media sosial, pagi tadi.

Pasar Rejowinangun, seturut informasi pada laman dpp.magelangkota.go.id luasnya sekitar 24.000 meter persegi. Letaknya di simpang Jalan Mataram dan Jalan Pemuda di Kecamatan Magelang Selatan. Ada 3029 pedagang yang mencari nafkah di situ.

Hari pasaran di pasar yang pernah terbakar pada 2008 dan direnovasi sejak 2011 itu ada tujuh. "Sekarang pasarnya bersih. WC-nya juga. Tapi, kalau ke WC harus bayar Rp 2.000," jawab perempuan paruh baya itu.

Pasar Rejowinangun dengan tampilan kekinian itu, imbuh Mbak Rom, masih menyisakan kenangan. Semasa kecilnya, ia suka menikmati sajian khas soto maupun sop senerek atau sop kacang merah di lantai dasar pasar itu. Warung tempat makan itu hanya berdinding anyaman bambu. Kursi tempat duduk berbentuk panjang dari kayu.

Pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun Kota Magelang Jawa Tengah, Senin (10/8/2015).KOMPAS.com/Ika Fitriana Pedagang daging sapi di Pasar Rejowinangun Kota Magelang Jawa Tengah, Senin (10/8/2015).

Sudah barang tentu, di kiri kanan tempat makan itu, saat kesibukan memuncak di Pasar Rejowinangun, banyak orang berlalu-lalang. Barang-barang dagangan bergeletakan di sekitar tempat makan itu.

Tak ada pendingin udara di situ. Kipas angin pun tiada. Makanya, saat pengunjung ramai, hawa panas yang menimbulkan keringat badan gampang menyeruak. "Tempat makan itu juga sudah tidak ada," kata Mbak Rom, warga kawasan Jambon Wot, sekitar dua kilometer garis lurus arah Barat dari Pasar Rejowinangun.

Menurut pengamatan Mbak Rom, ada perubahan total di Pasar Rejowinangun. Los tempat berjualan sayuran ada di lantai atas bagunan tersebut. Di lantai bawah terdapat los beras, perabot hingga jamu tradisional.

Pancawara

Adalah siaran resmi Yayasan Danamon Peduli yang diterima Kompas.com pada Kamis kemarin. Siaran itu memberikan informasi bahwa Pasar Rejowinangun mendapat Anugerah Pancawara 2017 untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe I dan II. Inovasi di Pasar Rejowinangun bertajuk Pengembangan Pasar Rakyat sebagai Ruang Sosial Budaya. "Kami bersinergi dengan Kementerian Perdagangan untuk anugerah ini," Direktur Utama Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi.

Hadir dalam acara ini, selain Restu Pratiwi, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahya Widayanti, Direktur Danamon Michellina Triwardhany dan Rita Mirasari, Ketua Dewan Pembina Yayasan Danamon Peduli Bayu Krisnamurthi, serta Ketua Dewan Pengawas Yayasan Danamon Peduli Manggi T. Habir.

Anugerah Pancawara adalah ajang apresiasi yang diberikan kepada penggerak pasar rakyat baik pemerintah daerah, BUMD, maupun swasta yang berhasil mengelola, mengembangkan, dan melakukan inovasi untuk mencapai tujuannya demi kemajuan pasar rakyat di Indonesia.

Selanjutnya penerima Anugerah Pancawara 2017 untuk kategori Pasar Rakyat Pemerintah Daerah Tipe III dan IV adalah Pasar Sindhu Sanur, Kota Denpasar, Bali. Lalu, Anugerah Pancawara 2017 untuk kategori Pasar Rakyat Perusahaan Daerah/BUMD diraih oleh Pasar Koja Baru, PD Pasar Jaya, Jakarta Utara.

Direktur Utama Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi. Pada 2017, Kementerian Perdagangan dan Yayasan Danamon Peduli bersinergi memberikan Anugerah Pancawara 2017.Yayasan Danamon Peduli Direktur Utama Yayasan Danamon Peduli Restu Pratiwi. Pada 2017, Kementerian Perdagangan dan Yayasan Danamon Peduli bersinergi memberikan Anugerah Pancawara 2017.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Cara Cek NIK KTP secara Online Tanpa Harus Datang ke Kantor Dukcapil

Whats New
Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Pemerintah Bakal Bangun Pelabuhan Baru di Batam, Lebih Besar dari Tanjung Priok

Whats New
Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Viral Tarif Parkir di Malioboro Rp 350.000, Sandiaga Uno: Ini Berdampak Negatif, Khususnya Pariwisata Yogyakarta

Whats New
GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

GNI Ekspor Perdana 13.650 Ton Feronikel ke China Senilai 23 Juta Dollar AS

Rilis
'Travel Bubble' Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

"Travel Bubble" Indonesia-Singapura, Sandaiga Uno: Tahap Awal 50-100 Wisatawan

Whats New
Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Kerap Dipandang Negatif, Apa Itu Outsourcing?

Work Smart
Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Ini Tingkat Imbalan Sukuk Negara yang Akan Dilelang Besok

Earn Smart
Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Sri Mulyani: Kenaikan Utang RI Lebih Terukur Dibandingkan Negara Maju

Whats New
Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Produk Baja RI Bebas Bea Masuk Anti Dumping ke India

Whats New
Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Erick Thohir: Proyek DME Bakal Pangkas Impor LPG 1 Juta Ton per Tahun

Whats New
Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Erick Thohir: Gasifikasi Batu Bara Beri Nilai Tambah untuk Perekonomian Nasional

Whats New
Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Terus Merosot, Harga Bitcoin Sudah Turun Hampir 50 Persen dari Level Tertinggi

Earn Smart
Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Kasus Omicron Meningkat, Pembelajaran Tatap Muka Tetap Dilaksanakan

Whats New
Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Menteri Teten: Kacang Koro Pedang Jadi Alternatif Atasi Ketergantungan Impor Kedelai

Whats New
Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Rencana Buyback Saham BRI Diyakini Tidak Pengaruhi Kondisi Keuangan Perseroan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.