Pengerjaan Jalur KA di Sulawesi Selatan Lambat, Kemenhub Ajak Investor Terlibat

Kompas.com - 28/10/2017, 08:21 WIB
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Hotel Redtop Jakarta (16/10/2017).  KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIMenteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Hotel Redtop Jakarta (16/10/2017). 
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pengerjaan proyek kereta api di Sulawesi Selatan lambat, hingga disinggung oleh Presiden Joko Widodo.

Menanggapi hal itu, Kementerian Perhubungan mengajak investor dalam negeri maupun luar negeri ikut berpartisipasi pada tahun 2018 mendatang.

Menteri Perhubungan, Budi Karya di sela-sela peninjauan proyek kereta api di Kabupaten Barru, Sulsel, Jumat (27/10/2017) mengatakan, pemerintah kembali menganggarkan Rp 2 triliun pada tahun 2017 untuk merampungkan rel kereta api sepanjang 40 KM dari total 140 KM dari Kota Makassar hingga ke Kota Parepare.

Untuk tahun 2018, pemerintah mengajak investor dari dalam negeri maupun luar negeri ikut merampungkan proyek transportasi tersebut.

"Kami undang investor, bisa dari daerah, Sulsel, Indonesia hingga luar negeri dan tentunya akan kami tender. Kami akan siapkan dokumen tender itu mungkin dalam 3 bulan. Mungkin februari mulai kita buka, katakan akhir Desember 2018 kembali dikerjakan proyek ini," katanya.

 

Budi Karya mengungkapkan, sudah ada beberapa pihak swasta tertarik berinvestasi di proyek kereta api di Sulawesi yang menghubungkan Sulsel hingga Sulut. Hanya saja, pemerintah belum membuka tender.

"Tercatat ada beberapa BUMN, BUMD, ada swasta Sulsel, ada dari luar, terutama Korea yang intensif berkomunikasi dengan kita. Bahkan sudah kunjungan ke sini. Proyek transportasi ini tidak hanya dibiayai oleh pihak BUMN, tapi juga pihak swasta. Jadi suatu kolaborasi yang baik," jelasnya.

Budi menuturkan, proyek kereta api ini diharapkan bisa mendapatkan income dari mengangkut stone, batu bara dan mengangkut barang jadi. Pengangkutan itu diharapkan bisa mendapatkan income.

Jika income itu tidak bisa memenuhi, pemerintah juga bersiap untuk memberikan semacam PSO. Diharapkan proyek ini bisa menjadi kerjasama swasta dan pemerintah yang visibel dan diharapkan bank-bank memberikan dana.

"Kendala yang dihadapi saat ini, pertama investasinya memang besar. Jadi kita memang harus hati-hati mendapatkan uang itu dengan baik. Kedua, biasanya kan tanah, tapi dengan bantuan bupati. Alhamdulillah, kita targetnya akhir 2018 yang 47 KM rampung. Paling tidak awal 2019 sudah bisa digunakan," tambahnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

[KURASI KOMPASIANA] Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Periset

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

[KURASI KOMPASIANA] Jelajah Masjid-masjid yang Memesona di Indonesia

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

[KURASI KOMPASIANA] Membeli Smartphone yang Sedang Tren? Tidak Masalah, Asal Sesuai dengan Fungsi dan Budget

Rilis
[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

[KURASI KOMPASIANA] Kiat-kiat Ketika Menawar | Belanja Jadi Self Reward | Mendalami Prinsip Minimalis

Rilis
Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Rombak Jajaran Direksi, Kimia Farma Diagnostika Fokus Benahi Internal

Whats New
Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Pemerintah Masih Terima Aduan THR hingga 20 Mei 2021

Whats New
Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Harga Vaksin Gotong Royong Rp 321.660 Per Dosis, Pengusaha: Kami Bisa Menerimanya

Whats New
Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Peredaran Uang Tunai Selama Lebaran Capai Rp 154,5 Triliun

Whats New
Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Profil Kimia Farma Diagnostik, Cucu BUMN yang Semua Direksinya Dipecat

Whats New
Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Simak Tips Menata Kembali Keuangan Setelah Lebaran

Spend Smart
Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Bayar Denda ke Pemerintah China, Alibaba Rugi Rp 12,01 Triliun

Whats New
Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Rincian Biaya dan Syarat Daftar Sertifikasi Debt Collector

Whats New
Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Pecat Direksi Kimia Farma Diagnostika, Erick Thohir: Silakan Berkarier di Tempat Lain!

Whats New
Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Profil Direksi Kimia Farma Diagnostika yang Dipecat Erick Thohir

Whats New
Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Daftar 11 Titik Rapid Test Antigen Gratis di Jalur Darat Jawa Barat

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X