Dirut Inalum: PP Holding Tambang akan Terbit Pekan Kedua November

Kompas.com - 28/10/2017, 09:35 WIB
Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (27/10/2017).  KOMPAS.com/ACHMAD FAUZIDirektur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (27/10/2017). 
Penulis Achmad Fauzi
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero) ( Inalum) menargetkan induk usaha atau holding BUMN sektor pertambangan akan terwujud dalam waktu dekat ini.

Direktur Utama Inalum, Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peraturan pemerintah  (PP) mengenai holding tambang akan keluar pada November.

Nantinya, terang Budi, Inalum menjadi pemegang saham utama sebanyak 65 persen dari PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (Antam), PT Timah (Persero) Tbk, dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk, serta memegang saham PT Freeport Indonesia yang saat ini masih dipegang pemerintah sebesar 9,36 persen.

"Memang diharapkan akhir tahun ini, itu ( holding tambang) bisa terjadi. Inalum jadi induk perusahaan nantinya. Kami juga harapkan PP akan keluar pada minggu kedua November," ujar Budi saat ditemui di Hotel Mulia Jakarta, Jumat (27/10/2017).

Setelah PP keluar tiga perusahaan yang menjadi anak usaha Inalum, yakni, Antam, Bukit Asam, dan Timah akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Menurut Budi, di RUPSLB akan diumumkan kepada publik bahwa ketiga perseroan tersebut telah menjadi anak usaha Inalum.

Areal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011). KOMPAS/B JOSIE SUSILO HARDIANTO Areal tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Grasberg, Timika, Papua, Kamis (24/11/2011).

"Kami sudah jadwakan RUPSLB ketiga perusahaan tersebut untuk menjadi anak usaha Inalum itu tanggal 29 November. Di RUPSLB itu Inalum secara resmi menjadi induk usaha," jelas dia.

Mantan Direktur Utama Bank Mandiri ini menambahkan, pembentukan holding tambang dimaksudkan untuk menguasai aset-aset sumber daya mineral yang strategis bisa dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan dari Indonesia.

"Karena BUMN100 persen dimiliki negara. Kalau bisa sebanyak-banyaknya dilakukan untuk indonesia?. Kedua yang dilakukan hilirisasi. Sayang kalau kita ekspor bahan aja kan bisa dijadikan alumina," pungkas dia. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X