Agar PHK Massal Karyawan Department Store Tidak Terjadi...

Kompas.com - 30/10/2017, 19:42 WIB
Penulis Yoga Sukmana
|
EditorMuhammad Fajar Marta

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemutusan hubungan kerja (PHK) massal mengancam sektor ritel modern menyusul tumbangnya satu per satu gerai department store di Jakarta. Sebut saja Ramayana, Matahari, Lotus, dan yang teranyar Debenhams.

Ekonom Institute For Economic and Development Finance (Indef) Bima Yudhistira menilai, pemerintah perlu secara mengambil berbagai cara untuk mencegah PHK massal terjadi.

"Harus ada paket perlindungan ritel konvensional karena jumlah tenaga kerja di sektor perdagangan cukup besar," ujarnya kepada Kompas.com, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Menurut Bima, beberapa langkah bisa dilakukan pemerintah. Misalnya dengan memberikan kemudahan atau insentif pajak penghasilan (PPh) kepada perusahaan departement store atau Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk pembeli.

Selain itu, insentif juga bisa berupa diskon listrik kepada perusahaan departement store saat jam operasional. Sebab kata Bima, ritel konvensional beban biaya listriknya terbilang besar.

Sementara terkait bisnis online, pemerintah bisa mendorong agar adanya kolaborasi antara ritel online dan ritel konvensional selektif departement store.

"Di AS, justru amazon kerjasama dengan Wholefood. Jadi tidak harus bersaing head to head dengan online. Di sini pentingnya letak pemerintah jadi mediator bisnis konvensional dan online," kata Bima.

Dihubungi terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Tutum Rahanta mengatakan belum memiliki data karyawan yang akan di PHK akibat tutupnya sejumlah gerai departemen store. Namun ia mengungkapan, jumlah pekerja di sektor ritel mencapai jutaan orang.

Sebelumnya, Tutum meminta pemerintah untuk mengatur regulasi praktik jual beli barang secara online dengan rinci. Termasuk dalam hal ini pengenaan pajak terhadap barang yang dijual secara daring. Hal itu dinilai perlu dilakukan untuk menciptakan persaingan usaha yang lebih adil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.