Bank Indonesia Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Membaik

Kompas.com - 31/10/2017, 16:56 WIB
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara (tengah) pada seminar internasional The 6th International Accounting Conference di Hotel Tentrem Yogyakarta, Senin (28/8/2017). Dok. Bank IndonesiaDeputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara (tengah) pada seminar internasional The 6th International Accounting Conference di Hotel Tentrem Yogyakarta, Senin (28/8/2017).
|
EditorAprillia Ika

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2017 lebih baik dari dua kuartal sebelumnya.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara memprediksi, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III 2017 bisa mencapai 5,1 sampai 5,2 persen, melebihi kuartal I dan II yang sebesar 5,01 persen.

"Kuartal III sekitar 5,1-5,2 persen dan kuartal IV 5,3-5,4 persen. Kami ekspektasinya di kuartal III dan IV ini akan meningkat. Jadi, secara total pertumbuhan ekonomi tahun ini akan di sekitar 5,17 persen,," ujar Mirza saat acara Economic & Capital Market Outlook 2018, di Financial Hall, Jakarta, Selasa (31/10/2017).

(Baca: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III 2017 Diperkirakan Membaik)

Menurut Mirza, pertumbuhan ekonomi akan semakin positif akibat dampak dari meningkatnya harga berbagai komoditas.

"Kalau Crude Palm Oil (CPO) dan batubara di kuartal IV 2016 kan sudah mulai naik harganya. Sehingga bisa dilihat di ekonomi Sumatera dan Kalimantan itu membaik terus," kata Mirza.

Mirza mengatakan, saat penurunan harga komoditas pada 2013-2014 lalu juga menyebabkan pertumbuhan ekonomi di sentra CPO yakni Sumatera hanya tumbuh 3 persen.

"Ekonomi Kalimantan juga sudah positif dari yang awalnya negatif pertumbuhannya sekarang sudah mendekati 5 persen juga. Apalagi Jawa, ekonominya juga membaik sebagai pusat pembentuk pertumbuhan," jelasnya.

Meski demikian, lanjut Mirza, pertumbuhan pada kuartal III 2017 didorong oleh beberapa sektor, salah satunya pengeluaran pemerintah yang lebih besar pada semester II 2017.

"Jadi tetap harus datang dari konsumsi rumah tangga, ekspor dan investasi. Kami lihat ada recovery di bidang investasi. Disitu ada recovery di sektor ekspor juga. Intinya pertumbuhan ekonomi ini secara gradual bukan tiba-tiba tumbuh 5 persen ke 6 persen," papar Mirza.

Kompas TV Meski sudah menganalisis pergeseran, belum ada data lebih lengkap untuk menggambarkan pola konsumsi digital

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kejar Target Diresmikan Juni 2022, Pengerjaan Tol Cibitung-Cilincing Dikebut

Kejar Target Diresmikan Juni 2022, Pengerjaan Tol Cibitung-Cilincing Dikebut

Whats New
Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

Lengkap, Ini Rincian Biaya Haji 2022 per Embarkasi

Spend Smart
Anggaran Bansos APBN 2022 Naik Rp 18,6 Triliun, Totalnya Jadi Rp 431,5 Triliun

Anggaran Bansos APBN 2022 Naik Rp 18,6 Triliun, Totalnya Jadi Rp 431,5 Triliun

Whats New
Cara Membuat SKCK Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Cara Membuat SKCK Online 2022, Lengkap dengan Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Calon Investor Bertambah, Wanaartha Life Belum Sampaikan Skema Pembayaran

Calon Investor Bertambah, Wanaartha Life Belum Sampaikan Skema Pembayaran

Whats New
Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

Tunda Rencana IPO 2 Anak Usaha, Pelindo: Kami Masih Punya Dana Besar

Whats New
Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

Cerita Penjual Masker Pasar Pramuka: Dulu Sehari Bisa Jual Berkarton-karton, Kini 10 Boks Saja Sudah Lumayan...

Work Smart
Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

Disetujui Jokowi, Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik

Whats New
Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Gandeng Digidata, Bank BJB Permudah Verifikasi Calon Nasabah

Whats New
Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Subsidi Gaji Rp 1 Juta untuk Pekerja Segera Cair, Ini Kriteria dan Cara Cek Penerimanya

Whats New
Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 Per Saham

Kalbe Bakal Tebar Dividen Rp 35 Per Saham

Whats New
CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

CT Tunjuk Mantan Direktur BRI Indra Utoyo sebagai Dirut Allo Bank

Whats New
Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Pasar Data Center Tumbuh Pesat, Telkom Hadirkan NeutraDC

Whats New
Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Bank Dunia Gelontorkan Rp 441 Triliun Buat Tangani Krisis Pangan, Ini 4 Prioritasnya

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Rupiah Masih Melemah

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.