Alami Defisit, BPJS Kesehatan Jamin Pelayanan Tak Terganggu

Kompas.com - 03/11/2017, 17:12 WIB
Direktur Keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kemal Imam Santoso KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTODirektur Keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kemal Imam Santoso
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mengalami defisit lantaran biaya klaim yang lebih besar dibandingkan pembayaran premi alias iuran. Hingga akhir tahun ini, defisit BPJS Kesehatan diperkirakan mencapai Rp 9 triliun.

Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan Kemal Imam Santoso menyebut defisit tersebut tidak bisa dihindarkan. Guna menutup defisit, pemerintah berencana mengalokasikan dana hingga Rp 3,6 triliun.

"Mengenai defisit, angka ini kan memang bersifat dinamis," kata Kemal di Jakarta, Jumat (3/11/2017).

Kemal menuturkan, setiap hari BPJS Kesehatan tetap menerima iuran dari para peserta, meski pada saat yang sama juga tetap membayarkan klaim kepada mitra-mitra. Namun demikian, Kemal memastikan pelayanan BPJS Kesehatan tidak akan terganggu dengan adanya defisit.

Menurut dia, apapun yang terjadi, BPJS Keseharan akan selalu membayar klaim kepada rumah sakit maupun puskesmas yang menjad mitra.

"Tidak ada satupun tindakan medis yang ditangguhkan, karena kami bekerja sama dengan rumah sakit. Pelayanan jalan terus dan masalah keuangan kita hadapi bersama," ungkap Kemal.

Warga menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kantor BPJS Kesehatan di Pontianak, beberapa waktu lalu.TRIBUN PONTIANAK / GALIH NOFRIO NANDA Warga menunggu giliran untuk mendapatkan pelayanan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di Kantor BPJS Kesehatan di Pontianak, beberapa waktu lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

BPJS Kesehatan meminta kepada peserta untuk taat membayar iuran. Dengan membayar iuran secara teratur, maka pelayanan kesehatan dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN)-Kartu Indonesia Sehat (KIS) akan tetap berjalan dengan baik.

"Masyarakat tidak perlu khawatir, pelayanan berjalan terus. Bahkan, kualitas pelayanan semakin bagus, puskesman makin modern, kualitas layanan kita lihat juga semakin baik," terang Kemal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.