Kompas.com - 07/11/2017, 07:35 WIB
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah beberapa waktu lalu muncul dokumen investigasi Panama Papers, kini muncul pula dokumen Paradise Papers yang menghebohkan.

Sejumlah tokoh dunia disebut di dalam dokumen tersebut dan diduga menempatkan asetnya di negara-negara surga pajak (tax haven).

(Baca: Tommy dan Mamiek Soeharto serta Prabowo Disebut dalam Laporan "Dokumen Surga")

Surga pajak adalah yurisdiksi, teritori, atau negara yang memberikan tingkat pajak yang sangat rendah atau tak ada pajak sama sekali. Keberadaan surga pajak dipandang menguntungkan korporasi, institusi, ataupun individu elite untuk menyembunyikan asetnya demi menghindari pajak.

(Baca: Heboh Data Investigasi "Dokumen Surga", Apa Kata Ditjen Pajak?)

Beberapa negara surga pajak yang paling terkenal adalah Swiss, Luksemburg, Bahamas, Bermuda, dan Cayman Islands. Mengutip World Atlas, Selasa (7/11/2017), berikut ini adalah lima negara surga pajak yang paling dikenal publik di dunia tersebut.

1. Cayman Islands

Berada di kawasan Laut Karibia, Cayman Islands adalah negara dengan pusat perbankan terbesar kelima di dunia dan dikenal pula lantaran memiliki pusat keuangan internasional dengan lembaga penempatan dana dan investasi.

Cayman Islands adalah yurisdiksi penempatan aset di luar negeri terdepan di dunia. Pada 2014, kepulauan ini menyimpan aset perbankan senilai 1,4 triliun dollar AS dan merupakan rumah bagi lebih dari 11.000 mutual funds dan beberapa lembaga penempatan dana lain dengan nilai 2,1 triliun dollar AS.

Sektor layanan keuangan Cayman Islands menyumbang hampir dari separuh produk domestik bruto (PDB) negara itu.

Cayman Islands juga memiliki banyak aturan kerahasiaan yang bisa menjebloskan seseorang ke penjara. Tidak hanya karena mengungkap informasi rahasia, tetapi juga karena hanya menanyakan.

2. Luksemburg

Luxembourg City, LuxembourgGetty Images Luxembourg City, Luxembourg

Pada 2011, Luksemburg menempati peringkat ketiga negara surga pajak top dunia. Adapun pada 2013, negara kerajaan di Eropa Barat ini berada di peringkat kedua surga pajak teraman di dunia, menurut Tax Justice Network Financial Secrecy Index.

Salah satu sosok terkemuka yang menyimpan asetnya di Luksemburg adalah mendiang pimpinan Korea Utara Kim Jong Il yang pada 2010 mencapai sekitar 4 miliar dollar AS. Pada 2012, terungkap bahwa Amazon.co.uk memanfaatkan keleluasaan pajak di negara itu.

3. Bermuda

Bermudagotobermuda.com Bermuda

Bermuda yang berada di kawasan Atlantik Utara adalah pusat finansial offshore: dengan standar hukum bisnis, regulasi, dan pajak langsung yang minim bagi pendapatan individu atau korporasi. Tanpa pajak pendapatan korporasi, Bermuda menjadi lokasi penghindaran pajak yang amat populer.

Raksasa internet Google dikabarkan memindahkan pendapatannya 10 miliar dollar AS ke negara itu.

4. Bahamas

Resort di Bahamascntraveler.com Resort di Bahamas

Bahamas adalah salah satu negara yang menjadi surga pajak. Negara di Kepulauan Karibia ini sama sekali tidak menerapkan pajak penghasilan pribadi, pajak penambahan modal, pajak kekayaan, atau pajak lain bagi individu ataupun korporasi.

Namun, Bahamas telah menandatangani kesepakatan informasi perpajakan dengan Inggris, AS, Kanada, dan 29 negara lainnya dengan informasi terbatas terkait perkara kriminal.

5. Swiss

Wisatawan berpose dengan latar belakang kereta api listrik bergerigi (cogwheel) rute Jungfraujoch-Kleine Scheidegg yang tengah melaju di dinding Pegunungan Alpen, Swiss.KOMPAS/YOVITA ARIKA Wisatawan berpose dengan latar belakang kereta api listrik bergerigi (cogwheel) rute Jungfraujoch-Kleine Scheidegg yang tengah melaju di dinding Pegunungan Alpen, Swiss.

Swiss adalah salah satu negara top dunia yang menawarkan layanan perbankan offshore. Sektor perbankan pun merupakan salah sektor utama dalam perekonomian Swiss.

Namun, karena ada tekanan internasional, Swiss telah melonggarkan hukum terkait kerahasiaan fiskal. Mendirikan perusahaan di Swiss sangat cepat, yakni salah satu syaratnya dapat mendaftar apabila perusahaan tersebut memiliki satu direktur asal Swiss.

Tax Justice Network Financial Secrecy Index

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.