Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 07/11/2017, 10:48 WIB
Kontributor Amerika Serikat, Andri Donnal Putera

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Prospek industri ritel modern dinilai masih menjanjikan meski dalam waktu belakangan ini banyak gerai ritel modern berguguran karena berbagai faktor.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto menyebutkan, kunci agar industri ritel bisa bertahan di tengah persaingan yang ketat saat ini adalah soal product mix atau bauran produk.

"Kalau kami kemarin ke daerah, banyak industri ritel tergantung pada product mix-nya juga. Apa yang sesuai dengan market," kata Airlangga saat ditemui di gedung Bursa Efek Indonesia, Senin (6/11/2017).

(Baca: Pengangguran Bertambah, Benarkah akibat Penutupan Alexis dan Gerai Ritel Modern?)

Airlangga juga melihat, bila product mix yang dijajakan tepat sesuai dengan kebutuhan konsumen, maka pertumbuhan ekonomi suatu industri ritel bisa membaik. Pemikiran ini berlaku tidak hanya untuk industri ritel yang ada di daerah, juga dengan yang ada di Jakarta dan sekitarnya.

Ke depan, industri yang diperkirakan Airlangga akan tumbuh dan berkembang di antaranya sektor manufaktur, industri kimia, dan elektronik. Potensi pertumbuhan jenis-jenis industri ini dinilai akan sejalan dengan perbaikan kondisi perekonomian dunia pada tahun depan.

"Saya melihat potensi-potensi itu masih bisa didorong lagi. Sekarang, kita cari potensi yang marketnya bisa lebih besar," tutur dia.

Kompas TV Seven Eleven di Indonesia Tinggal Kenangan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Terkini Lainnya

Masa Kepemimpinan Hanya 8 Bulan, Ini Sederet Tugas yang akan Dikerjakan AHY

Masa Kepemimpinan Hanya 8 Bulan, Ini Sederet Tugas yang akan Dikerjakan AHY

Whats New
Meski Ekonomi Sulit, Luhut Pastikan China Tetap Bangun Pabrik Petrokimia di Kaltara

Meski Ekonomi Sulit, Luhut Pastikan China Tetap Bangun Pabrik Petrokimia di Kaltara

Whats New
Luhut: Penggunaan Standar Emisi Euro 4 dan 5 Bisa Pangkas Subsidi BBM Rp 50 Triliun

Luhut: Penggunaan Standar Emisi Euro 4 dan 5 Bisa Pangkas Subsidi BBM Rp 50 Triliun

Whats New
Permintaan Kredit Masyarakat Meningkat, Edukasi dan Sosialisasi Keuangan Kian Mendesak

Permintaan Kredit Masyarakat Meningkat, Edukasi dan Sosialisasi Keuangan Kian Mendesak

Whats New
Mengenal Perbedaan Judi Online dan Gim Online

Mengenal Perbedaan Judi Online dan Gim Online

Spend Smart
Info Pangan 22 Februari 2024, Harga Beras, Cabai, Telur Naik, Daging Sapi Turun

Info Pangan 22 Februari 2024, Harga Beras, Cabai, Telur Naik, Daging Sapi Turun

Whats New
Naik Lagi Rp 2.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 22 Februari 2024

Naik Lagi Rp 2.000 Per Gram, Cek Rincian Harga Emas Antam 22 Februari 2024

Whats New
Mengawali Sesi, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah

Mengawali Sesi, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah

Whats New
Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Simak Rincian Kurs Rupiah Hari Ini di CIMB Niaga hingga BCA

Whats New
Harga Beras Sudah Mencapai Rp 16.850 per kilogram, Berikut Daftar Harga Beras dari Awal Tahun

Harga Beras Sudah Mencapai Rp 16.850 per kilogram, Berikut Daftar Harga Beras dari Awal Tahun

Whats New
ASN di IKN Mulai Bekerja Oktober 2024

ASN di IKN Mulai Bekerja Oktober 2024

Whats New
Ini 5 Strategi PLN Energi Primer Perkuat Bisnis Sepanjang 2024

Ini 5 Strategi PLN Energi Primer Perkuat Bisnis Sepanjang 2024

Whats New
Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 22 Februari 2024

Rincian Harga Emas Hari Ini di Pegadaian 22 Februari 2024

Spend Smart
Kisah Oktavirasa, Cintanya pada Seni Merajut dan Kaligrafi Berbuah Sukses Usaha Fesyen Ramah Lingkungan

Kisah Oktavirasa, Cintanya pada Seni Merajut dan Kaligrafi Berbuah Sukses Usaha Fesyen Ramah Lingkungan

Smartpreneur
Tengok Kesiapan Makassar New Port Jelang Diresmikan Presiden Jokowi

Tengok Kesiapan Makassar New Port Jelang Diresmikan Presiden Jokowi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com