Kompas.com - 08/11/2017, 15:53 WIB
Ilustrasi Syariah Thinkstockphotos.comIlustrasi Syariah
|
EditorAprillia Ika

SURABAYA, KOMPAS.com - Meskipun Indonesia memiliki populasi penduduk muslim yang besar, namun pangsa pasar perbankan syariah di Tanah Air masih terbilang rendah. Bahkan, perbankan syariah Indoensia masih tertinggal dibandingkan negara-negara berpenduduk muslim lainnya.

Saat ini, pangsa pasar perbankan syariah baru mencapai 5,3 persen dari total aset industri perbankan nasional. Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, pangsa pasar perbankan syariah masih dapat diperbesar.

Akan tetapi, ada sejumlah upaya yang harus dilakukan tak hanya oleh industri perbankan, namun juga oleh regulator dan pemerintah. Salah satu upaya yang dimaksud adalah dengan memberikan edukasi dan sosialisasi perbankan syariah.

"Memperbesar modal bank syariah memang penting, tapi memperluas berbagai kegiatan keuangan syariah dan segala macamnya itu juga sangat penting. Jadi, jangan hanya fokus pada memperbesar modal bank syariahnya saja," kata Perry dalam konferensi pers Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) di Grand City, Surabaya, Rabu (8/11/2017).

(Baca: Bank Muamalat Raih Penghargaan Bank Syariah Terbaik)

Perry mengungkapkan, edukasi dan sosialisasi diharapkan dapat mendorong minat masyarakat untuk menempatkan dananya di perbankan syariah. Dengan demikian, pangsa pasar perbankan syariah diharapkan juga bisa terdongkrak.

Pangsa pasar perbankan syariah Indonesia masih jauh apabila dibandingkan dengan perbankan syariah di negara lain. Arab Saudi, misalnya, sudah mencapai 51,1 persen, Malaysia 23,8 persen dan Uni Emirat Arab 19,6 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Indonesia pun dipandang potensial untuk menjadi pusat keuangan dan ekonomi syariah global. Visi ini didukung dengan besarnya populasi muslim di Indonesia.

Pemerintah pun tengah fokus mengembangkan keuangan syariah nasional. Pasalnya keuangan syariah berpotensi besar mendukung pembangunan nasional, seperti menjadi sumber pembiayaan pembangunan melalui mobilisasi dana tabungan. 

Selain itu, pembangunan keuangan syariah yang tepat juga diyakini juga dapat menarik investasi asing dan investor konvensional yang memerlukan diversifikasi portofolio investasi.

"Kita harus bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan produk perbankan pada masyarakat," terang Perry.

Kompas TV Bank Indonesia sangat percaya diri pada pertumbuhan ekonomi semester kedua.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.