Peringkat Kemudahan Berbisnis di Indonesia Naik, Ini Dampaknya

Kompas.com - 09/11/2017, 19:21 WIB
Bank Dunia atau World Bank menggelar telekonferensi terkait Indeks Kemudahan Berbisnis 2018 pada Rabu (1/11/2017). Telekonferensi dalam foto ini dilaksanakan melalui kantor Bank Dunia di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta. KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Bank Dunia atau World Bank menggelar telekonferensi terkait Indeks Kemudahan Berbisnis 2018 pada Rabu (1/11/2017). Telekonferensi dalam foto ini dilaksanakan melalui kantor Bank Dunia di kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta.
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Lompatan peringkat kemudahan berbisnis atau ease of doing business (EoDB) Indonesia dari posisi 91 ke nomor urut 72 dari total 190 negara sudah barang tentu menuai banyak decak kagum. Informasi awalnya adalah Indeks Kemudahan Berbisnis 2018 yang dirilis oleh Bank Dunia pada Rabu (1/11/2017). (Baca: Bank Dunia: Kemudahan Berbisnis Indonesia Naik ke Peringkat 72)

Di dalam laporan bertajuk Doing Business 2018: Reforming to Create Jobs itu, bahkan pemerintah Indonesia, menurut Bank Dunia, memiliki target mampu meraih peringkat 40 dalam EoDB 2020.

Cerita mengenai kemudahan itu sejatinya bisa ditelusuri dari catatan mengenai China State Construction Engeneering Corporation Ltd. (CSCEC) yang hari ini, Kamis (9/11/2017), meneken kerja sama dengan PT Brewin Mesa Development untuk pembangunan The Lana Apartment yang berlokasi di Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan. Menurut laman thelana.co, Apartemen The Lana adalah hunian berkelas dengan gaya hidup modern.

"Kami menunjuk CSCEC sebagai kontraktor utama untuk The Lana, proyek pertama kami di Jakarta. Kami mengakui pengalaman ekstensif mereka dalam membangun gedung tinggi yang mewah di seluruh dunia dan kemampuan konstruksi mereka yang unggul. Mereka bukan hanya perusahaan konstruksi nomor satu di dunia, tapi juga telah menyelesaikan bangunan super-tall, hotel-hotel mewah dan apartemen di seluruh Asia," tutur  Bill Cheng, Presiden Direktur PT Brewin Mesa Sutera.

CSCEC juga tampak antusias dengan kesempatan tersebut dan berkomitmen untuk memberi kualitas konstruksi tertinggi untuk proyek ini dan menjadikan tolok ukur baru untuk apartemen mewah di Indonesia.

Paling bergengsi

Lie Jie, Direktur Eksekutif PT China State Construction Overseas Development Shanghai mengatakan, pihaknya berkomitmen untuk membangun bisnis jangka panjang di Indonesia dengan tujuan untuk menjadi salah satu kontraktor papan atas di Indonesia.  

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Untuk membangun track record, kami hanya akan menerima proyek paling bergengsi untuk beberapa kontrak pertama kami. Salah satunya The Lana yang akan menjadi proyek gedung apartemen pertama kami di Indonesia," tuturnya.

Ada dua hal yang ditawarkan melalui laman itu yakni ketenangan dan kedamaian demi kesejahteraan serta kualitas hidup yang baik bagi para penghuninya. Alam Sutera dikenal sebagai permukiman bergaya hidup hijau. The Lana hadir di kawasan itu dengan konsep baru yang bebas dari keramaian dan hiruk pikuk ibu kota.

Dari laman kontan.co.id diperoleh informasi bahwa CSCEC berbasis di Fuzhou, Provinsi Fujian, China. CSCEC juga merupakan anak perusahaan milik BUMN China State Construction Engineering Corp. Ltd. Perusahaan milik negara Tembok Raksasa itu sohor sebagai perusahaan konstruksi dan infrastruktur terbesar di China juga dunia.

Sejak masuk Indonesia sekitar dua tahun silam, CSCEC tengah menggarap bisnis pembangunan gedung perkantoran di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Proyek di kawasan Sudirman ini merupakan proyek percontohan di Indonesia. CSCEC menempatkan fokus pada pembangunan infrastruktur di Indonesia yang kian terasa "legit" bagi China.

Mengutip informasi dari laman katadata.com, sampai dengan Agustus 2017, ada 245 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang tengah dikerjakan pemerintah. Biayanya mencapai angka Rp 4.197 triliun.

Saat ini, pemerintah memiliki 245 PSN yang tengah dikerjakan dengan biaya hingga Rp 4.197 triliun.  Pada 2016, PSN hanya berjumlah 225. Tahun ini ada tambahan 20 proyek. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 proyek telah selesai dibangun, 15 proyek dikeluarkan. Kemudian, sebanyak 55 proyek baru ditambahkan dalam daftar.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

[POPULER MONEY] Guru Honorer Dapat Subsidi Gaji | Ancaman Pemutusan Listrik Rumah Lukman Sardi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

[KURASI KOMPASIANA] Produktif dengan Berkebun Sayur | Pengalaman Menanam Strawberry | Cara Membuat Pupuk Gratis

Rilis
Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Kartu Pendaftaran CPNS 2021 Hilang? Ini Cara Cetak Ulangnya

Work Smart
Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Startup Indonesia Panen Suntikan Modal

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

[KURASI KOMPASIANA] Resep Pie Susu Teflon | Lupis Ketan Saus Gula Merah | Kue Rempah Ontbijtkoek

Rilis
Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Targetkan Rp 21,9 Triliun dari IPO, Bukalapak Siap Perang Antar E-Commerce

Whats New
Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Mengenal Kode OTP dan Bedanya dengan PIN

Whats New
OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

OJK Akan Panggil Jusuf Hamka soal Dugaan Pemerasan oleh Bank Syariah Swasta

Whats New
Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Pelni Catat Kinerja Angkutan Barang Naik 85 Persen pada Semester I-2021

Whats New
Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Sebelum Tahap SKD, Pelamar CPNS Bisa Ikuti Simulasi CAT BKN

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel 'Loki'

[POPULER DI KOMPASIANA] Tradisi Medali Angkat Besi Indonesia | Cara Mudah Mendesain Presentasi | Bedah Serial Marvel "Loki"

Rilis
Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Apa Itu Liabilitas: Pengertian, Jenis, dan Contohnya dalam Akuntansi

Whats New
Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Apa Itu Profit: Pengertian, Jenis, dan Perhitungannya

Whats New
Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Kemenperin Sediakan 500 Fasilitas Isolasi Pasien Covid-19

Rilis
Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Gandeng Kadin, GoTo Bangun Rumah Oksigen Gotong Royong

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X