Pemimpin APEC Sepakat Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Kemakmuran

Kompas.com - 12/11/2017, 16:27 WIB
Presiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi APEC di Danang, Vietnam. MIKHAIL KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFPPresiden AS Donald Trump (kanan) bersama Presiden Rusia Vladimir Putin saat menghadiri konferensi APEC di Danang, Vietnam.
|
EditorKurnia Sari Aziza

DA NANG, KOMPAS.com - Para pemimpin dari 21 negara anggota Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik ( APEC) menyepakati Deklarasi Da Nang. Deklarasi ini diterbitkan pada pertemuan APEC ke-25 di Da Nang, Vietnam yang dipimpin Presiden Tran Dai Quang.

Mengutip laman resmi APEC, Minggu (12/11/2017), Deklarasi Da Nang yang bertajuk "Creating New Dynamism, Fostering a Shared Future" menegaskan komitmen para pemimpin negara APEC untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran yang berkelanjutan di kawasan Asia Pasifik. Mereka juga memetakan tantangan signifikan yang dialami perekonomian kawasan itu.

Untuk itu, sejumlah aksi dirumuskan dalam Deklarasi Da Nang, antara lain:

1. Mempromosikan pertumbuhan dan serapan tenaga kerja yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan

2. Menciptakan pendorong baru dalam integrasi ekonomi regional

3. Memperkuat kapasitas dan inovasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)

4. Meningkatkan ketahanan pangan dan pertanian yang berkelanjutan guna merespon perubahan iklim

5. Mendorong masa depan bersama.

Baca juga : Pada KTT APEC, Presiden Jokowi Dorong Pengarusutamaan Isu Kelautan

Presiden Joko Widodo (depan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (belakang) turun dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC 2017. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc/17.YUSRAN UCCANG Presiden Joko Widodo (depan) bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo (belakang) turun dari pesawat saat tiba di Bandara Internasional Da Nang, Vietnam, Jumat (10/11). Presiden Joko Widodo menghadiri KTT APEC 2017. ANTARA FOTO/Yusran Uccang/foc/17.
Deklarasi Da Nang mencakup dua aspek, yakni agenda aksi APEC dalam memajukan inklusi ekonomi, keuangan, dan sosial, serta bingkai kerja APEC dalam pengembangan sumber daya manusia di era digital.

Para pemimpin negara-negara Asia Pasifik tersebut akan kembali mengadakan pertemuan pada tahun 2018 di Papua Nugini. Negara tetangga Indonesia tersebut akan memegang kepemimpinan APEC pada tahun depan.

Baca juga : Di APEC, Trump Sebut Indonesia Berhasil Bangkit dari Kemiskinan

Para pemimpin negara-negara APEC yang hadir antara lain Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden RI Joko Widodo, Presiden China Xi Jinping, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In.

Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kiri) saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela KTT APEC di Vietnam, Jumat (10/11/2017).MIKHAIL KLIMENTYEV / SPUTNIK / AFP Presiden Filipina Rodrigo Duterte (kiri) saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela KTT APEC di Vietnam, Jumat (10/11/2017).
Selain itu, hadir pula Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam, Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Presiden Peru Pedro Pablo Kuczynski, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ochan, Presiden Meksiko Enrique Pena Nieto, Presiden Chile Michelle Bachelet, Sultan Hasanal Bolkiah dari Brunei Darussalam, Perdana Menteri Papua Nugini, dan Pimpinan Partai Rakyat Taiwan James Soong.

Kompas TV Donald Trump sempat mengajak ngobrol Iriana dan Presiden Jokowi.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X