BCA: Permintaan Kredit Melambat

Kompas.com - 13/11/2017, 14:35 WIB
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja pada acara Penyerahan Donasi Bakti BCA untuk SPBK Perdami DKI Jakarta, Senin (13/11/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANPresiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja pada acara Penyerahan Donasi Bakti BCA untuk SPBK Perdami DKI Jakarta, Senin (13/11/2017).
|
EditorBambang Priyo Jatmiko

JAKARTA, KOMPAS.com - Pertumbuhan kredit perbankan hingga kuartal III 2017 belum menunjukkan peningkatan secara signifikan. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, hingga September 2017 pertumbuhan kredit mencapai 9,4 persen.

Sejumlah pihak memandang pertumbuhan kredit perbankan mengalami penurunan. Akan tetapi, Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Jahja Setiaatmadja menyatakan, permintaan kredit tidak mengalami penurunan, namun pertumbuhannya tak setinggi sebelumnya atau melambat.

"Permintaan kredit bukan menurun, tapi peningkatann5a tidak seperti tahun-tahun yang lalu," jelas Jahja di Menara BCA, Jakarta, Senin (13/11/2017).

Jahja menuturkan, hingga saat ini pertumbuhan kredit masih meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun ini, pertumbuhan kredit berkisar antara 8 hingga 9 persen.

Namun demikian, peningkatan pertumbuhan kredit saat ini tidak setinggi sebelumnya. Beberapa tahun yang lalu, pertumbuhan kredit perbankan bisa mencapai 19 sampai 20 persen.

"Dibilangnya turun, tidak turun, tetap naik, cuma naiknya tidak bisa 20 persen (atau) 19 persen," ungkap Jahja.

Hingga kuartal III 2017, penyaluran kredit BCA sebesar Rp 440 triliun. Angka ini mengalami pertumbuhan hingga 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 386,2 triliun.

Peningkatan kredit ini didorong segmen korporasi dan konsumer. Kredit korporasi berkontribusi sebesar Rp 161,5 triliun atau tumbuh 21,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2016.

Kredit konsumer tercatat sebesar Rp 128,3 triliun, atau meningkat 20,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X