Blibli Buka Gudang E-Commerce Terbesar di Asia Tenggara

Kompas.com - 14/11/2017, 20:48 WIB
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan e-commerce Blibli.com membuka gudang barang (warehouse) seluas 7 hektar di Surabaya. Hal ini sebagai upaya menghemat jarak tempuh dan waktu pengiriman barang ke pelanggan.

"Tantangan pengiriman di Indonesia adalah letak geografis dan juga infrastruktur sehingga biaya logistik dan pengiriman sangat tinggi. Namun kami mengambil langkah strategis dengan membuka satu warehouse baru di Surabaya dan satu mother hub (pusat gudang transit) di Jakarta pada awal November lalu," ucap Lisa Widodo selaku Senior Vice President of Operations & Product Management Blibli.com seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (14/11/2017).

Dia menyebut, Blibli mengalami pertumbuhan signifikan selama kurun waktu 6 tahun sejak berdiri di tahun 2011. Untuk tahun ini saja tercatat terjadi peningkatan bisnis sekitar 3 kali dibanding tahun lalu.

Selaras dengan pertumbuhan usaha Blibli.com, pengadaan ruang untuk pusat pendistribusian barang seperti gudang barang dan gudang transit di berbagai titik wilayah adalah hal yang sangat mutlak.

Baca juga : Ini yang Paling Diincar Pembeli Online Indonesia...

Menurut dia, warehouse yang dibangun di lahan seluas 7 hektar, dengan luas bangunan sekitar 5 hektar merupakan salah satu warehouse e-commerce terbesar di Asia Tenggara dan diharapkan mampu untuk menampung pesanan untuk pelanggan di wilayah Jawa, Indonesia Tengah dan Timur.

Sementaara mother HUB seluas 2.300 m2 dibuka di wilayah Angke, Jakarta yang letaknya cukup dekat dengan Bandar Udara Soekarno Hatta agar memudahkan pengiriman ke luar kota. Dengan demikian, saat ini total Blibli.com memiliki 7 warehouse yang tersebar di Medan, Jakarta, Tangerang, dan Surabaya serta memiliki 14 HUB di seluruh Indonesia.

Lisa menyebutkan, konsep warehouse tidak hanya menampung barang-barang Blibli.com namun juga menampung produk-produk consignment dari para merchant.

“Komitmen Blibli.com untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan juga terus kami buktikan dan kami wujudkan, sehingga dalam waktu dekat kami sudah merencanakan untuk menambah jumlah warehouse dan juga HUB kami diseluruh wilayah penting di seluruh Indonesia,” sebutnya.

Baca juga : Bappenas: Impor Naik karena Maraknya Belanja Online

Kompas TV Meningkatnya berbagai transaksi digital diklaim dapat mendorong perekonomian Indonesia agar melaju lebih cepat.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Benarkah Biaya Admin Bank Memberatkan Nasabah?

Benarkah Biaya Admin Bank Memberatkan Nasabah?

Whats New
Penelitian DJSN: 6,09 juta Pekerja Migran RI Belum Terdaftar Program Jamsos PMI

Penelitian DJSN: 6,09 juta Pekerja Migran RI Belum Terdaftar Program Jamsos PMI

Whats New
Ekonomi Digital RI Perlu Didukung Layanan Data Internet yang Lebih Baik

Ekonomi Digital RI Perlu Didukung Layanan Data Internet yang Lebih Baik

Whats New
Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah Sore Ini

Rupiah dan IHSG Kompak Ditutup Melemah Sore Ini

Whats New
Tidak Punya Aplikasi MyPertamina, Masyarakat Harus Daftar via Website untuk Beli Pertalite dan Solar

Tidak Punya Aplikasi MyPertamina, Masyarakat Harus Daftar via Website untuk Beli Pertalite dan Solar

Whats New
Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pengecer dan Konsumen: Ribet!

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Pengecer dan Konsumen: Ribet!

Whats New
Bengkak, Kebutuhan Dana Mitigasi Perubahan Iklim Tembus Rp 4.002 Triliun

Bengkak, Kebutuhan Dana Mitigasi Perubahan Iklim Tembus Rp 4.002 Triliun

Whats New
BCA Mobile Gangguan, Manajemen Pastikan Layanan Sudah Kembali Normal

BCA Mobile Gangguan, Manajemen Pastikan Layanan Sudah Kembali Normal

Whats New
Membandingkan Biaya Admin BRI, BCA, Bank Mandiri, hingga BNI

Membandingkan Biaya Admin BRI, BCA, Bank Mandiri, hingga BNI

Earn Smart
Garuda Indonesia Dekati Calon Investor Potensial

Garuda Indonesia Dekati Calon Investor Potensial

Whats New
Ini 'Hadiah' untuk Produsen Minyak Goreng yang Ikut Program Minyakita

Ini "Hadiah" untuk Produsen Minyak Goreng yang Ikut Program Minyakita

Whats New
Sri Mulyani: Indonesia Isinya Hutan sama Perikanan, Tapi Kontribusinya Hampir Tak Ada

Sri Mulyani: Indonesia Isinya Hutan sama Perikanan, Tapi Kontribusinya Hampir Tak Ada

Whats New
Ini Cara Beli Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi MyPertamina

Ini Cara Beli Pertalite dan Solar Pakai Aplikasi MyPertamina

Spend Smart
Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Cara Transfer Pulsa Telkomsel lewat SMS dengan Mudah

Spend Smart
Punya Utang Rp 138 Triliun, Garuda Indonesia Ungkap 8 Skema Pembayaran yang Disiapkan

Punya Utang Rp 138 Triliun, Garuda Indonesia Ungkap 8 Skema Pembayaran yang Disiapkan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.