Musim Hujan, Pembangunan Daerah Irigasi di Indramayu Terus Berjalan

Kompas.com - 17/11/2017, 08:12 WIB
Modernisasi Daerah Irigasi Rentang dilakukan untuk merehabilitasi bangunan dan meningkatkan kinerja saluran irigasi untuk mengairi 51.000 hektare areal sawah di Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka, Kamis (16/11/2017).ALEK KURNIAWAN/KOMPAS.com Modernisasi Daerah Irigasi Rentang dilakukan untuk merehabilitasi bangunan dan meningkatkan kinerja saluran irigasi untuk mengairi 51.000 hektare areal sawah di Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka, Kamis (16/11/2017).

INDRAMAYU, KOMPAS.com - Pembangunan dan modernisasi Daerah Irigasi (DI) Rentang di Kabupaten Indramayu terus dikerjakan sesuai jadwal meskipun musim hujan telah datang.

Modernisasi DI Rentang ini merupakan salah satu program Kementerian PUPR yang dilaksanakan pengerjaannya oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

Pada saat Kompas.com datang ke lokasi pembangunan, aktivitas para pekerja nampak normal walaupun hujan telah mengguyur wilayah Indramayu beberapa hari ini.

"Sampai saat ini kami belum mendapat kendala yang berarti dalam pembangunan irigasi Rentang, semua sesuai dengan rencana," ujar Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Irigasi dan Rawa III BBWS Cimanuk Cisanggarung Muhammad Alkham kepada Kompas.com, Kamis (16/11/2017).

Salah satu sudut area pembangunan modernisasi Daerah Irigasi Rentang di Desa Kliwed, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Kamis (16/11/2017).ALEK KURNIAWAN/KOMPAS.com Salah satu sudut area pembangunan modernisasi Daerah Irigasi Rentang di Desa Kliwed, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, Kamis (16/11/2017).

Pada November ini, Alkham juga mengatakan bahwa perkembangan pembangunan dan modernisasi saluran irigasi tersebut sudah mencapai 70 persen.

"Kami juga optimis untuk menyelesaikan pembangunan sesuai target, yakni pada Oktober 2018," tambah Alkham.

Alkham pun menjelaskan tentang beberapa pilar yang menjadi fokus dalam pengerjaan, di antaranya ketersediaan air bersih bagi warga sekitar, perbaikan infrastruktur, pemberdayaan sumber daya manusia, dan sistem manajemen irigasi.

Diharapkan pula, saluran irigasi itu nantinya dapat memasok air secara optimal ke areal persawahan seluas 51.000 hektare di tiga kabupaten, yakni Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka.



EditorKurniasih Budi

Close Ads X