BTN Salurkan Pembiayaan Pembangunan Apartemen Amarta di Semarang

Kompas.com - 19/11/2017, 06:35 WIB
Ilustrasi rupiah KOMPAS/HERU SRI KUMORO Ilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menyalurkan pembiayaan kredit konstruksi bagi pembangunan apartemen Amarta di Semarang, Jawa Tengah. Total kredit yang disalurkan perseroan untuk apartemen itu mencapai Rp 265 miliar.

Hunian tersebut dibangun oleh PT PP Properti Tbk. Kepala Non Subsidized Mortgage and Consumer Lending Division BTN Suryanti Agustinar menyebut, dukungan pembiayaan ini sekaligus mendukung program Satu Juta Rumah yang diinisiasi pemerintah.

"Kami juga memberikan suport kepada para pengembang yang membangun hunian dalam rangka pemenuhan program tersebut," jelas Suryanti dalam pernyataannya, Sabtu (18/11/2017).

Kredit konstruksi tersebut rencananya akan dimanfaatkan untuk pembangunan dua unit tower apartemen Amarta yang akan dibangun di atas lahan sekitar 8.687 meter persegi yang berlokasi di Jalan Bringin, Ngaliyan, Semarang. Adapun unit terbangun pada kedua tower tersebut diperkirakan mencapai 1.480 unit.

"Kredit yang diberikan BTN sudah termasuk untuk pembangunan sarana dan prasarana apartemen tersebut. Jadi konsep dukungan pembiayaan one stop service kami berikan pada pembangunan apartemen ini," jelas Suryanti.

BTN telah membiayai berdirinya 1,44 juta unit rumah di seluruh Indonesia. Nilai penyaluran kredit properti baik berupa KPR maupun kredit konstruksi mencapai Rp 155,9 triliun sejak program Sejuta Rumah digulirkan pada 29 April 2015 lalu.

Hingga akhir tahun ini, BTN menargetkan penyaluran kredit konstruksi dan KPR untuk 666.000 unit rumah, terdiri dari 504.122 unit untuk KPR Subsidi dan 161.878 unit untuk konstruksi rumah non-subsidi, serta penyaluran KPR nonsubsidi.

Hingga September 2017, kredit dan pembiayaan BTN meningkat 19,95 persen secara tahunan (yoy) atau naik menjadi Rp 184,5 triliun dari Rp 153,81 triliun pada kuartal III 2016. Per September 2017, kredit perumahan Bank BTN tercatat naik 19,32 persen (yoy) menjadi Rpb167,16 triliun.

Kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi mencatatkan kenaikan sebesar 30,78 persen (yoy) menjadi Rp 68,34 triliun pada September 2017. Kredit konstruksi dan KPR nonsubsidi tumbuh masing-masing 17,87 persen (yoy) dan 12,59 persen (yoy).



EditorBambang Priyo Jatmiko

Close Ads X