Antisipasi Paceklik, Karawang Bangun Lumbung Pangan

Kompas.com - 20/11/2017, 05:16 WIB
Leuit (lumbung pad) merupakan tempat menyimpan padi. Dalam budaya Sunda, leuit menandakan ketahanan pangan sebuah keluarga, desa, bahkan negara. Kontributor Bandung, Reni SusantiLeuit (lumbung pad) merupakan tempat menyimpan padi. Dalam budaya Sunda, leuit menandakan ketahanan pangan sebuah keluarga, desa, bahkan negara.
|
EditorErlangga Djumena

KARAWANG, KOMPAS.com - Mengantisipasi musim paceklik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, akan membangun sembilan lumbung pangan senilai Rp 2 miliar. Pembangunan lumbung itu juga untuk mengembalikan budaya masyarakat menyimpan hasil panen.

Kepala Dinas Pangan Karawang Kadarisman mengatakan, lumbung pangan tersebut dibangun melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan masing-masing lumbung Rp 230 juta. Lumbung tersebut akan dikelola oleh sembilan kelompok tani.

"Tujuannya satu untuk mengembalikan budaya masyarakat menyimpan hasil panen, dan sebagai antisipasi mereka dalam menghadapi paceklik," ucapnya.

Pembangunan tersebut, kata dia, dilakukan sesuai dengan ajuan proposal dari kelompok tani. Lumbung pangan ini akan dibangun di sembilan kecamatan, yakni Kecamatan Rawamerta, Kutawaluya, Jayakerta, Telagasari, Rengasdengklok, Tirtajaya, Cilamaya Wetan, Pangkalan, dan Tegalwaru.

Baca juga: Pulau Buton dan Muna jadi Lumbung Jagung

Berdasarkan data Dinas Pangan Karawang, saat ini luas 94.000 hektar lahan pertanian dikelola lebih dari 2.000 kelompok tani.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X