Mengunjungi Rumah Sakit Apung Swasta Pertama di Indonesia

Kompas.com - 20/11/2017, 06:57 WIB
Kapal Rumah Sakit Apung (RSA) dr Lie Dharmawan bersandar di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/11/2017). KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWANKapal Rumah Sakit Apung (RSA) dr Lie Dharmawan bersandar di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/11/2017).
|
EditorErlangga Djumena

MAKASSAR, KOMPAS.com - Indonesia sudah tersohor sebagai negara kepulauan. Kondisi geografis Indonesia tersebut menjadi salah satu penyebab beragamnya akses terhadap pelayanan kesehatan, termasuk rumah sakit.

Warga yang tinggal di pulau-pulau besar di Nusantara bisa saja mudah menjangkau layanan kesehatan dan rumah sakit. Namun, bagaimana dengan warga yang tinggal di kawasan-kawasan terpencil maupun pulau-pulau terluar?

Faktanya kini masih banyak warga-warga yang tinggal di lokasi-lokasi yang sulit dijangkau tersebut tak memperoleh akses terhadap layanan kesehatan dan memadai. Hal ini yang mendasari dr Lie Dharawan mendirikan yayasan dan gerakana doctorSHARE.

Lie melalui yayasan yang didirikannya tersebut bahkan memiliki rumah sakit apung awasta pertama di Indonesia, yang bernama RSA dr Lie Dharmawan. Rumah sakit apung ini memberikan layanan kesehatan hingga pembedahan secara cuma-cuma kepada warga yang kurang mampu dan berada di pulau-pulau terluar maupun kawasan terpencil Indonesia.

"Rumah sakit apung ini adalah yang terkecil di dunia, tapi spirit (semangat) luar biasa," kata dr Lie pada acara Festival Kesehatan Astra di Pantai Losari, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/11/2017).

Baca juga : RS Apung dr Lie Dharmawan Singgahi Indonesia Timur

Operasi tengah dilakukan terhadap seorang pasien di Rumah Sakit Apung (RSA) dr Lie Dharmawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/11/2017).KOMPAS.com/SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN Operasi tengah dilakukan terhadap seorang pasien di Rumah Sakit Apung (RSA) dr Lie Dharmawan di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (19/11/2017).
Lie mengungkapkan, rumah sakit apung sudah dioperasikan di dunia sejak puluhan tahun lalu. Operatornya biasanya adalah angkatan laut sebuah negara untuk memberikan penanganan kesehatan kala perang.

Pria yang lahir di Padang, 16 April 71 tahun silam ini menuturkan, sebaran penduduk yang tidak merata menyebabkan tidak semua masyarakat memiliki akses yang sama untuk memperoleh layanan dan penanganan kesehatan. Pun kondisi Indonesia adalah terdiri dari belasan ribu pulau.

"Negara kita adalah negara kepulauan, yang terbaik (untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan) adalah dengan kapal," ucapnya.

Kompas.com berkesempatan untuk mengunjungi RSA dr Lie Dharmawan yang tengah sandar di Pantai Losari, Makassar. Kapal tersebut tidak besar, panjangnya hanya sekitar 23 meter, tonase kotor 114 GT, serta tonase bersih 35 NT.

Kapal tersebut dibangun pada tahun 2008 silam. Bahan utama kapal adalah kayu.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X