Per Oktober 2017, Adhi Karya Kantongi Kontrak Baru Rp 31,6 Triliun

Kompas.com - 20/11/2017, 11:02 WIB
Suasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaSuasana pembangunan proyek transportasi masal Light Rail Transit (LRT) di sepanjang Tol Jagorawi, Kampung Makasar, Jakarta Timur, Minggu (23/7/2017). Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk, Budhi Harto mengungkapkan, nilai pembangunan prasarana LRT Jabodebek di kontrak awal sebesar Rp23,39 triliun sudah termasuk PPN 10 persen. Namun, setelah dihitung lagi, ongkos konstruksi LRT dapat ditekan lebih murah menjadi Rp 19,7 triliun dan belum termasuk PPN 10 persen dan sesuai arahan Presiden Jokowi, pemerintah akan tetap mengejar target penyelesaian proyek LRT Jabodebek pada awal 2019. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya/foc/17.
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) melaporkan, perolehan kontrak baru hingga Oktober 2017 mencapai Rp 31,6 triliun. Angka tersebut termasuk perolehan kontrak baru dari proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek Fase 1.

Perolehan kontrak tersebut tumbuh 5,4 persen dibandingkan pada bulan sebelumnya sebesar Rp 30 triliun. Kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Oktober 2017 didominasi lini bisnis Konstruksi dan Energi sebesar 96,1 persen, sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari pemerintah tercatat sebesar 73,8 persen. Adapun kontrak baru dari BUMN sebesar 13,6 persen dan swasta atau lainnya sebanyak 12,6 persen.

"Pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek Jalan, Jembatan dan LRT sebanyak 68,3 persen, proyek gedung sebanyak 23,7 persen, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 8 persen," ujar Corporate Secretary ADHI Ki Syahgolang Permata dalam keterbukaan informasi pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/11/2017).

Baca juga: Akhir Kuartal I, Adhi Karya Bukukan Kontrak Baru Rp 3,7 Triliun

Realisasi perolehan kontrak baru pada Oktober 2017 antara lain Hotel Zaraza Malang senilai Rp 594 miliar, Skypark Bandung senilai Rp 308 miliar, serta melalui anak perusahaan PT APG dan Bendung Batang Bayang senilai Rp 147 miliar.

Adapun progres pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek sudah mencapai 23,4 persen. Progres pembangunan lintas pelayanan Cawang-Cibubur mencapai 42,2 persen, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 9,6 persen, dan Cawang-Bekasi Timur 24,6 persen.

"Progres pelaksanaan pembangunan prasarana kereta api ringan (LRT) wilayah Jabodebek direncanakan selesai pada tahun 2019," sebut Ki Shaygolang.

BUMN karya tersebut menerima penugasan pembangunan LRT Jabodebek sesuai Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2015 beserta perubahannya. Pembangunan dilakukan sejak September 2015 dengan nilai pekerjaan Rp 21,7 triliun termasuk pajak.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X