Pengusaha Vape: Kami Sangat Keberatan dengan Apa yang Dikatakan Pak Menteri Perdagangan

Kompas.com - 21/11/2017, 07:06 WIB
|
EditorErlangga Djumena

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengusaha penjual rokok elektrik atau vape merasa heran dengan pernyataan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengenai produk vape di pasaran Indonesia.

Baru-baru ini, Enggar mengungkapkan niatnya untuk menghentikan peredaran rokok elektrik karena dinilai banyak merugikan kepentingan umum, salah satunya membuat kesejahteraan petani tembakau terganggu.

"Tentunya kami sangat keberatan dengan apa yang dikatakan Pak Menteri Perdagangan. Baiknya, Pak Menteri melihat dari berbagai sudut pandang," kata pemilik toko rokok elektrik Vappening, Egy Pranata, kepada Kompas.com pada Senin (20/11/2017) malam.

Egy menjelaskan, selama ini memang banyak stigma negatif yang disematkan pihak luar terhadap keberadaan vape. Salah satunya soal cairan atau liquid dalam vape yang dinilai mengandung narkotika.

Baca juga: Mendag: Para Perokok Elektrik Berubahlah Jadi Perokok Biasa

Terhadap stigma negatif itu, Egy menilai tidak bisa disamaratakan semuanya seperti itu. Justru, dia menemukan fakta bahwa pecandu rokok banyak yang mencoba untuk lepas dari rokok dengan vape sebagai sarana untuk bertransisi hingga nantinya benar-benar tidak merokok lagi.

"Kalau akhirnya dilarang, kami pun sebenarnya tidak bisa apa-apa sebagai pengusaha. Tapi, kami akan memperjuangkan konsumen vape," tutur Egy.

Secara terpisah, Pembina Asosiasi Vapers Indonesia (AVI), Dimasz Jeremia, meminta pemerintah untuk melakukan kajian ilmiah yang komprehensif, terlebih dahulu mengenai vape.

"Karena dari sumber-sumber bacaan kami di asosiasi serta diskusi dengan ilmuwan di beberapa universitas, justru ada fakta bahwa vape ini jauh lebih baik ketimbang rokok. Kami bukannya tidak mau ikut aturan, tetapi aturan harus masuk akal," ujar Dimasz.

Pengusaha vape disebut menantikan kajian lebih lanjut dari pemerintah sebelum ada peraturan yang bersifat mutlak.

Mereka juga mengaku pernyataan Mendag Enggar sudah jadi bahasan tersendiri di kalangan sesama pengusaha dan penggemar vape, serta ada yang mulai khawatir bisnis vape miliknya terganggu pernyataan tersebut.

Kompas TV Dalam kasus ini, sebanyak delapan tersangka ditahan karena bertugas sebagai pembuat dan perantara penjualan narkotika jenis baru ini.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ombudsman Minta DMO Dicabut, Mendag: Kalau Minyak Ngamuk, Emang di Sana Tanggung Jawab?

Ombudsman Minta DMO Dicabut, Mendag: Kalau Minyak Ngamuk, Emang di Sana Tanggung Jawab?

Whats New
[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

[POPULER MONEY] Waktu Tepat untuk Membeli Emas | Mendag Zulhas: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Kenaikan Harga Beras

Whats New
Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Ada Kasus BLT BBM Gagal Dicairkan, Mensos Risma Didesak Lakukan Pembenahan

Whats New
Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Cara Transfer Pulsa Telkomsel, Indosat, XL, Tri, dan Smartfren

Spend Smart
Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Syarat dan Cara Buka Rekening BRI, BNI, BSI, dan Mandiri Online

Whats New
Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Simak 3 Cara Transfer BCA ke DANA dengan Mudah dan Praktis

Spend Smart
Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Cara Cek Nomor BPJS Ketenagakerjaan dengan Mudah, Cukup Siapkan NIK

Whats New
Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Badan Pangan Nasional: Pemerataan Distribusi Kunci Menjaga Stabilitas Pangan

Whats New
Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Stabilisasi Harga, Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil

Rilis
Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Mendag Minta Anggaran Jumbo Rp 100 Triliun ke Jokowi, Buat Apa?

Whats New
Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Jaga Harga Beras Stabil, Mendag: Impor Pun Saya Rela

Whats New
Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Syarat Daftar BPJS Kesehatan Bayi Baru Lahir Sesuai Jenis Kepesertaan

Whats New
Sudah Seminggu Produk Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk ke Kupang, Kenapa?

Sudah Seminggu Produk Daging Sapi dan Turunannya Dilarang Masuk ke Kupang, Kenapa?

Whats New
100 Hari Jabat Mendag, Zulhas Klaim Bisa Selesaikan Polemik Minyak Goreng hingga Cegah Korupsi

100 Hari Jabat Mendag, Zulhas Klaim Bisa Selesaikan Polemik Minyak Goreng hingga Cegah Korupsi

Whats New
Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK secara Online dengan Mudah

Cara Cek BI Checking atau SLIK OJK secara Online dengan Mudah

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.